Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Mantan CEO MRT William Sabandar Raih Alumni of The Year 2025 dari Australia Berkat Kontribusi Transportasi Indonesia

Cornelius Juan Prawira
21/11/2025 05:21
Mantan CEO MRT William Sabandar Raih Alumni of The Year 2025 dari Australia Berkat Kontribusi Transportasi Indonesia
(Ki-Ka) Gita Kamath - Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia - William Sabandar - Alumni of the Year 2025 Australian Alumni Awards - The Hon Tim Watts MP - Special Envoy for Indonesia Australia(Kedutaan Australia)

MANTAN CEO Mass Rapid Transit (MRT) William Sabandar dianugrahi Alumni of The Year 2025 dari kedutaan besar Australia. Pria berusia 59 tahun itu dinilai telah berkontribusi bagi kemajuan negara dalam bidang inovasi teknologi transportasi. 

Lulusan Master Teknik Sipil University of New South Wales, dinilai berperan penting dalam upaya bantuan dan rekonstruksi di Indonesia, terkhusinya saat di Maluku pada 1999. 

William mengatakan pembelajarannya bukan semata-mata pendidikan. Lebih dari itu ialah keterlibatan dalam lingkungan internasional. "Orang bisa debat di dalam kelas. Tapi, ketika sudah keluar dari (kelas) itu, ada barbeque," ungkapnya menggambarkan suasana belajar dan pertemanan yang hangat di negeri kangguru. 

Selepas menuntaskan studi master di Australia dan doktor di Selandia Baru, pada 2005, ia bersumbangsih untuk rekonstruksi pasca-tsunami di Aceh. "Jadi, itu yang saya pelajari dan itu membuat kepercayaan diri saya menjadi lebih tinggi lagi," kata William saat pulang ke Indonesia dan punya kesempatan untuk berkontribusi. 

Bagi pelajar yang memperoleh beasiswa untuk mendalami bidang transportasi di Australia, William berharap mereka dapat mempelajari produksi rel. "Mereka memiliki pusat penelitian tentang rel. Indonesia tidak punya. Kita harus belajar karena itu dibutuhkan Indonesia," tuturnya. 

William menegaskan, Australia dan Indonesia memiliki relasi erat dalam hal transportasi. Baginya, saat industri transportasi bisa dibangun, maka tercipta koneksi. Tidak hanya rel, namun pembangunan transportasi maritim. "Jadi transportasi itu (akan) sangat penting jika Indonesia dan Australia bisa berkerja sama," pungkasnya. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik