Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Untuk Pertama Kali Prevalensi Stunting Indonesia di Bawah 20%

M Iqbal Al Machmudi
13/11/2025 20:42
Untuk Pertama Kali Prevalensi Stunting Indonesia di Bawah 20%
Pencegahan stunting.(ANTARA)

Pemerintah mencatat capaian bersejarah dalam upaya penurunan stunting nasional. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2024 berhasil turun menjadi 19,8%, untuk pertama kalinya berada di bawah angka 20%.

"Alhamdulillah, pada tahun 2024 prevalensinya sudah turun menjadi 19,8%. Angka ini turun signifikan dalam 10 tahun terakhir, tetapi target kita harus turun jauh lebih rendah lagi," kata Budi, Kamis (13/11).

Menurut Budi, penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu kementerian saja. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penurunan angka stunting merupakan hasil kerja bersama lintas sektor mulai dari kementerian dan lembaga di tingkat pusat, pemerintah daerah hingga desa, serta dukungan organisasi kemasyarakatan dan relawan posyandu.

"Penanganan stunting adalah kerja bersama. Tidak bisa satu kementerian saja. Semua harus bergerak bersama, dari pusat sampai desa," tegas Budi.

Kunci utama penurunan stunting terletak pada dua intervensi penting di sektor kesehatan. Pertama, memastikan ibu hamil memiliki gizi cukup dan bebas dari anemia. 

Kedua, memberikan asupan protein hewani bagi balita, terutama usia 12–24 bulan, dimana terjadi peningkatan stunting.

"Masalahnya di ibunya. Itu sebabnya di kesehatan programnya lebih banyak, kita mau arah ibunya juga. Jangan sampai kurang gizi, jangan sampai dia anemia. Setelah itu, anak-anak juga harus mendapat makanan tambahan dengan cukup protein hewani," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji menekankan pentingnya data yang akurat dan pelaksanaan program yang disiplin agar penurunan stunting lebih tepat sasaran.

“Semoga Rakornas ini bisa menghasilkan rekomendasi-rekomendasi tentang percepatan penurunan stunting,” ujar Wihaji.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menambahkan, keberhasilan menekan angka stunting sangat bergantung pada peran kepala daerah.

“Peran kepala daerah itu kunci. Kepala daerah yang mendapatkan penghargaan adalah yang lincah berkolaborasi, dari preventif sampai kuratif. Kolaborasi dengan semua pihak harus terus diperkuat agar target 14 persen di tahun 2029 tercapai,” pungkasnya. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik