Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Implan TAR-200 Hapus Tumor pada 82 Persen Pasien Kanker Kandung Kemih

Thalatie K Yani
12/11/2025 11:20
Implan TAR-200 Hapus Tumor pada 82 Persen Pasien Kanker Kandung Kemih
Uji klinis tahap 2 menunjukkan implan TAR-200 mampu menghilangkan tumor pada 82% pasien kanker kandung kemih berisiko tinggi. (Johnson & Johnson)

TEROBOSAN besar dalam pengobatan kanker kandung kemih berhasil dicapai melalui perangkat implan TAR-200, yang mampu menghilangkan tumor pada sebagian besar pasien berisiko tinggi. Dalam uji klinis fase 2, terapi ini menghapus tumor pada 82% pasien dengan kanker kandung kemih non-otot invasif yang sebelumnya gagal merespons pengobatan standar.

Dalam sebagian besar kasus, kanker hilang dalam waktu tiga bulan setelah terapi dimulai. Sekitar setengah pasien tetap bebas kanker setelah satu tahun.

“Pasien seperti ini biasanya memiliki pilihan pengobatan yang sangat terbatas. Terapi baru ini merupakan yang paling efektif yang pernah dilaporkan untuk bentuk kanker kandung kemih paling umum,” ujar Dr. Sia Daneshmand, Direktur Onkologi Urologi di Keck Medicine of USC, yang juga menjadi penulis utama studi tersebut. Ia menambahkan, “Temuan ini merupakan terobosan besar dalam pengobatan jenis kanker tertentu, yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.”

Bagaimana TAR-200 Bekerja

TAR-200 adalah implan kecil berbentuk pretzel yang berisi obat kemoterapi gemcitabine. Implan ini dimasukkan ke dalam kandung kemih menggunakan kateter, kemudian melepaskan obat secara perlahan selama tiga minggu dalam setiap siklus terapi.

Sebelumnya, gemcitabine diberikan dalam bentuk cairan yang hanya bertahan di kandung kemih selama beberapa jam, sehingga efektivitasnya terbatas.

“Semakin lama obat berada di dalam kandung kemih, semakin dalam ia menembus jaringan dan semakin banyak sel kanker yang bisa dihancurkan,” jelas Daneshmand. “Melepaskan kemoterapi secara perlahan selama berminggu-minggu terbukti jauh lebih efektif dibanding hanya beberapa jam.”

Hasil Uji Klinis Global

Studi bertajuk SunRISe-1 dilakukan di 144 lokasi di seluruh dunia, termasuk Keck Hospital of USC, dan melibatkan 85 pasien dengan kanker kandung kemih berisiko tinggi. Semua peserta sebelumnya telah menjalani terapi Bacillus Calmette-Guérin (BCG), pengobatan imunoterapi standar, namun tidak menunjukkan hasil positif.

Biasanya, pasien yang gagal BCG disarankan menjalani operasi pengangkatan kandung kemih dan organ sekitarnya, prosedur yang membawa risiko tinggi dan berdampak besar pada kualitas hidup. TAR-200 menawarkan alternatif non-bedah yang lebih aman dan efektif.

Efektivitas Tinggi dengan Efek Samping Minimal

Selama enam bulan pertama, pasien menerima TAR-200 setiap tiga minggu, kemudian empat kali per tahun selama dua tahun berikutnya. Dari total peserta, 70 pasien menunjukkan hilangnya tumor sepenuhnya, dan hampir separuhnya tetap bebas kanker setelah setahun. Efek samping yang dilaporkan juga minimal.

Peneliti menemukan menggabungkan TAR-200 dengan obat imunoterapi cetrelimab justru kurang efektif dan menimbulkan lebih banyak efek samping.

Langkah Menuju Terapi Masa Depan

Penelitian ini menandai kemajuan penting dalam pengembangan terapi pelepasan obat jangka panjang, yang dirancang untuk memaksimalkan efek antikanker langsung pada lokasi tumor.

“Kami berada di momen bersejarah. Misi kami adalah menghadirkan obat kanker yang memberikan remisi jangka panjang, dan hasilnya menunjukkan kami berada di jalur yang tepat,” ujar Daneshmand.

Berkat hasil menjanjikan tersebut, FDA memberikan TAR-200 status Priority Review untuk mempercepat proses persetujuan. Perangkat ini diproduksi oleh Johnson & Johnson. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya