Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Mobile Learning dan Generative AI Bantu Tingkatkan Mutu Pembelajaran Pesantren

Indrastuti
10/11/2025 20:24
Mobile Learning dan Generative AI Bantu Tingkatkan Mutu Pembelajaran Pesantren
Ilustrasi(Dok ist)

EDUKASI terkait mobile learning dan pemanfaatan generative AI kepada guru di era digital dinilai penting untuk meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar.

Hal ini dilakukan sejumlah dosen Universitas Budi Luhur (UBL) dengan memberikan pelatihan dua aplikasi mobile learning yaitu Hujjah untuk mempelajari huruf Hijaiah Tilawati dan aplikasi Tamyiz untuk belajar kitab kuning kepada pengajar Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) UBL Atik Ariesta menjelaskan
pondok pesantren di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Ece Hidayat (YPIEH) tersebut masih konvensional dan hanya menggunakan buku cetak. Pengetahuan guru untuk menggunakan teknologi juga dinilai belum optimal.
“Literasi digital guru masih terbatas. Ini berdampak pada rendahnya interaktivitas pembelajaran dan kurang optimalnya dalam pemanfaatan teknologi,” jelas Atik, Senin (10/11).

Karena itu, tim PkM menyusun kegiatan untuk menambah literasi digital dan merancang dua aplikasi mobile learning yakni aplikasi Hujjah dan Tamyiz.

“Dalam aplikasi Hujjah, selain untuk belajar huruf hijaiyah juga kami sediakan fasilitas untuk kuis. Aplikasi kedua, Tamyiz untuk belajar kitab kuning juga ada sarana untuk kuis. Kedua aplikasi bisa digunakan dengan smartphone berbasis android yang bisa diakses guru, siswa, dan orang tua dari manapun,” ujar Atik.

Atik berharap melalui kegiatan PkM berjudul Pemberdayaan guru dalam pengembangan mobile learning dan pemanfaatan generative AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di YPIEH itu, kedua aplikasi dapat digunakan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran.

"Kami ingin mewujudkan cita-cita SDG's keempat untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memberikan akses teknologi informasi dan komunikasi kepada semua, serta mendukung astacita pemerintah dalam mengembangkan sumber daya manusia Indonesia," terangnya.

Atik menambahkan kegiatan PkM untuk guru di YPIEH ini sebagai bentuk tanggung jawab kampus atas permasalahan bangsa. Kegiatan yang didanai Kemenristek Dikti dengan skema pemberdayaan berbasis masyarakat ruang lingkup pemberdayaan kemitraan masyarakat, pendanaan 2025, ini turut melibatkan multidisiplin ilmu.

Selain Atik Ariesta (dosen Manajemen Informatika, Fakultas Teknologi Informasi), tim PkM ini terdiri dari dosen lain yaitu Denik Iswardani Witarti dan Pipin Farida Ariyani (dosen Teknik Informatika).

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas. Mereka yakni Phuja Mahesa (Sistem Informasi), Ikbal Nur Hakim (Teknik Informatika), dan Alandra Wahyu Pradistira (Desain Komunikasi Visual). Sebelumnya, mereka sudah melakukan pelatihan penyusunan materi digital berbasis generative AI dan sosialisasi literasi digital kepada guru. Kedua aplikasi pembelajaran itu kini sudah diujicobakan kepada guru di YPIEH.

Ketua YPIEH Ajri Faturahman merespons positif kegiatan tersebut karena aplikasi dan pelatihan yang diajarkan sesuai kebutuhan guru. Kegiatan pelatihan juga sangat berkesan karena baru pertama kali guru mengikuti pelatihan itu dan materinya bisa langsung dipraktikkan untuk mengajar. "Kami berharap kegiatan serupa lebih banyak dilakukan kembali sehingga guru pesantren jauh lebih maju dalam memanfaatkan teknologi," ujarnya.  

Hilda Wahyuniar dan Rini Anwari, wakil guru TPQ Nurul Hidayah di bawah naungan YPIEH, juga menyambut antusiasme pelatihan penggunaan aplikasi mobile learning.  "Aplikasi ini sangat bermanfaat bagi kami karena mudah digunakan untuk orang tua dan anak-anak," pungkas Rini. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik