Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Minum Metformin tapi Hobi Olahraga? Hati-hati, Hasil Latihan Bisa Berkurang!

 Gana Buana
09/11/2025 23:42
Minum Metformin tapi Hobi Olahraga? Hati-hati, Hasil Latihan Bisa Berkurang!
Metformin dapat mengurangi manfaat latihan fisik pada penderita diabetes.(Freepik)

METFORMIN selama ini dikenal sebagai salah satu obat diabetes tipe 2 paling populer di dunia. Namun, penelitian terbaru memperingatkan bahwa obat ini dapat mengurangi sebagian manfaat latihan fisik, terutama dalam meningkatkan kebugaran dan kontrol gula darah.

Studi Baru: Metformin Dapat Membatasi Efek Positif Olahraga

Peneliti dari Rutgers University menemukan bahwa penggunaan metformin bersamaan dengan latihan fisik dapat membatasi peningkatan sensitivitas insulin dan fungsi pembuluh darah yang biasanya diperoleh dari olahraga rutin.

Penelitian yang diterbitkan di The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism ini melibatkan 72 orang dengan risiko sindrom metabolik. Mereka mengikuti program latihan selama 16 minggu, sebagian diberi metformin, sebagian lagi plasebo.

Hasilnya?

  • Kelompok plasebo menunjukkan peningkatan signifikan pada kebugaran aerobik (VO₂ max) dan sensitivitas insulin.
  • Sedangkan kelompok metformin mengalami peningkatan yang jauh lebih kecil, terlepas dari intensitas latihan.

Mengapa Metformin Bisa Mengurangi Manfaat Latihan?

Para ahli menduga metformin mungkin menghambat respons adaptif tubuh terhadap stres latihan, seperti pembentukan mitokondria baru di otot atau peningkatan fungsi pembuluh darah. Akibatnya, beberapa manfaat latihan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan metabolik dan jantung, menjadi berkurang.

Namun, penting dicatat: metformin tetap efektif menurunkan gula darah dan melindungi jantung pada pasien diabetes tipe 2. Efek “penghambatan” ini hanya terlihat pada beberapa aspek kebugaran, bukan berarti obat ini harus dihentikan.

Haruskah Penderita Diabetes Berhenti Minum Metformin?

Tidak.

Para peneliti menegaskan bahwa hasil studi ini tidak berarti metformin berbahaya atau olahraga tidak diperlukan. Sebaliknya, temuan ini menunjukkan perlunya penyesuaian strategi perawatan agar obat dan olahraga saling melengkapi, bukan saling menghambat.

Sebelum mengubah pengobatan atau rutinitas latihan, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi olahraga Anda. Dokter mungkin menyarankan:

  • Penyesuaian dosis atau waktu konsumsi metformin.
  • Variasi intensitas latihan (misalnya latihan interval atau kekuatan).
  • Pemantauan hasil gula darah dan kebugaran secara berkala.

Kesimpulan

Metformin tetap menjadi obat lini pertama diabetes tipe 2, tetapi studi terbaru ini mengingatkan bahwa kombinasi metformin dan olahraga tidak selalu menghasilkan efek maksimal pada semua orang.

Dengan pendekatan yang tepat, terapi dan latihan bisa dioptimalkan untuk menjaga kadar gula, meningkatkan kebugaran, dan menurunkan risiko penyakit jantung. (OUP Academy/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya