Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MAKANAN berminyak adalah jenis makanan yang mengandung banyak minyak atau lemak, baik karena proses pengolahannya digoreng, ditumis, maupun menggunakan bahan berlemak tinggi seperti santan kental atau mentega.
Makanan ini biasanya terasa gurih, renyah, dan lezat, namun jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kolesterol tinggi, obesitas, dan gangguan pencernaan.
Makanan berminyak tinggi kalori dan lemak jenuh, yang mudah menumpuk sebagai lemak tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Akibatnya berat badan cepat naik dan risiko obesitas meningkat.
Minyak yang digunakan untuk menggoreng mengandung lemak jenuh dan trans yang dapat menaikkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik.
Penumpukan kolesterol dalam pembuluh darah dapat menghambat aliran darah, memicu penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, hingga stroke.
Lemak trans dalam makanan berminyak dapat mengganggu fungsi saraf dan otak, bahkan menurunkan daya ingat jika dikonsumsi terus-menerus.
Kandungan lemak jenuh dapat mengeraskan pembuluh darah sehingga tekanan darah meningkat, terutama jika dikombinasikan dengan makanan asin.
Makanan berminyak sulit dicerna, sehingga dapat memicu perut kembung, mual, diare, atau sembelit setelah makan.
Konsumsi lemak trans dan jenuh secara berlebihan bisa mengganggu sensitivitas insulin, sehingga kadar gula darah sulit dikontrol.
Penumpukan lemak akibat sering makan gorengan dapat menyebabkan perlemakan hati yang berujung pada kerusakan hati.
Kandungan minyak dan lemak dapat memicu produksi sebum berlebih di kulit, menyebabkan jerawat, pori-pori tersumbat, dan wajah kusam.
Lemak sulit dicerna, sehingga tubuh bekerja lebih keras mencerna makanan, membuat kamu merasa lemas dan mengantuk setelah makan berat berminyak.
Minyak yang mengendap di mulut dan pencernaan bisa menimbulkan bau tidak sedap jika tidak dibersihkan dengan baik.
Lemak jenuh dan minyak yang teroksidasi dapat meningkatkan radikal bebas, yang merusak sel kulit dan mempercepat munculnya keriput.
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan peradangan ringan di otak, membuat kamu sulit fokus dan mudah merasa lesu atau murung.
Untuk mengurangi dampak makanan berminyak, gunakan minyak sehat seperti minyak zaitun atau kelapa murni, hindari menggoreng berulang kali, perbanyak konsumsi buah, sayur, dan air putih, serta batasi gorengan maksimal 2 sampai 3 kali seminggu. (Z-4)
Makanan ini umumnya dimasak dengan cara digoreng atau menggunakan minyak dalam jumlah besar sehingga menyerap banyak lemak.
Biasanya, makanan jenis ini memiliki rasa gurih, renyah, dan lezat, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi
Kandungan minyak ini membuat makanan terasa lebih gurih dan renyah, tetapi jika dikonsumsi terlalu sering dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Makanan jenis ini biasanya memiliki tekstur renyah di luar, tetapi juga mengandung kadar lemak dan kalori tinggi karena minyak yang terserap ke dalam bahan makanan selama proses penggorengan.
Makanan berminyak umumnya memiliki tekstur yang lebih berlemak dan cenderung lebih padat kalori. Makan makanan berminyak secara berlebihan bisa memberikan dampak buruk
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved