Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MAKANAN berminyak adalah makanan yang mengandung minyak atau lemak dalam jumlah tinggi, baik karena proses pengolahannya maupun karena bahan dasarnya memang kaya lemak.
Biasanya, makanan jenis ini memiliki rasa gurih, renyah, dan lezat, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi, obesitas, dan gangguan pencernaan.
Makanan berminyak mengandung lemak jenuh dan trans yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik. Akibatnya, pembuluh darah bisa tersumbat dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Lemak jenuh berlebih menyebabkan penumpukan plak di arteri. Hal ini membuat aliran darah ke jantung dan otak terganggu, memicu serangan jantung atau stroke.
Makanan berminyak tinggi kalori. Jika dikonsumsi terus-menerus tanpa diimbangi aktivitas fisik, lemak akan menumpuk di tubuh, terutama di perut dan paha.
Makanan berminyak sulit dicerna oleh sistem pencernaan, sehingga dapat menyebabkan perut kembung, mual, dan rasa tidak nyaman setelah makan.
Lemak dari makanan berminyak bisa melemahkan katup lambung, sehingga asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar di dada.
Makanan berminyak membuat tubuh bekerja ekstra untuk mencerna lemak. Akibatnya, aliran darah ke otak berkurang dan kamu bisa merasa lemas atau mengantuk setelah makan.
Konsumsi berlebihan menyebabkan resistensi insulin, yaitu kondisi di mana tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Hal ini bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2.
Kandungan minyak dan lemak tinggi dapat meningkatkan produksi sebum di kulit, sehingga pori-pori mudah tersumbat dan menimbulkan jerawat atau komedo.
Makanan berminyak biasanya kurang serat, sehingga memperlambat proses pencernaan dan menyebabkan sembelit.
Tubuh membutuhkan waktu lama untuk mencerna makanan berminyak. Jika dikonsumsi malam hari, hal ini bisa menyebabkan perut terasa berat dan sulit tidur nyenyak.
Hati berfungsi memproses lemak. Jika konsumsi berlebihan, fungsi hati bisa terganggu dan menyebabkan penumpukan lemak di hati.
Minyak goreng yang digunakan berulang kali bisa menghasilkan radikal bebas dan zat karsinogenik, yang dalam jangka panjang meningkatkan risiko kanker.
Konsumsi lemak trans dan jenuh berlebih dapat mengganggu produksi hormon tertentu, termasuk hormon yang mengatur metabolisme dan suasana hati.
Sering makan makanan berminyak dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan mulai dari obesitas, kolesterol tinggi, gangguan pencernaan, hingga penyakit jantung dan hati. (Z-4)
Makanan ini umumnya dimasak dengan cara digoreng atau menggunakan minyak dalam jumlah besar sehingga menyerap banyak lemak.
Makanan ini biasanya terasa gurih, renyah, dan lezat, namun jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kolesterol tinggi, obesitas
Kandungan minyak ini membuat makanan terasa lebih gurih dan renyah, tetapi jika dikonsumsi terlalu sering dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Makanan jenis ini biasanya memiliki tekstur renyah di luar, tetapi juga mengandung kadar lemak dan kalori tinggi karena minyak yang terserap ke dalam bahan makanan selama proses penggorengan.
Makanan berminyak umumnya memiliki tekstur yang lebih berlemak dan cenderung lebih padat kalori. Makan makanan berminyak secara berlebihan bisa memberikan dampak buruk
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved