Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menhut Raja soal TFFF, Presiden Prabowo bersama Presiden Lula Pimpin Penyelamatan Hutan Tropis Dunia

Cahya Mulyana
08/11/2025 15:59
Menhut Raja soal TFFF, Presiden Prabowo bersama Presiden Lula Pimpin Penyelamatan Hutan Tropis Dunia
Presiden Prabowo (kanan).(tangkapan layar MetroTV)

MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa Indonesia menegaskan komitmennya dalam perlindungan hutan tropis dunia. Hal ini dilakukan melalui partisipasi aktif di Tropical Forest Forever Facility (TFFF). Sikap tegas Presiden Prabowo Subianto disampaikan langsung oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo dalam Climate Summit di Belem, Brazil.

“Pidato Pak Hashim Djojohadikusumo sebagai Utusan Khusus bidang Perubahan Iklim dan Energi menegaskan komitmen Pak Presiden Prabowo Subianto kepada dunia bahwa Indonesia akan selalu bekerjasama dengan bangsa-bangsa yang menyepakati kerjasama untuk bersama-sama secara multilateral untuk melindungi bumi kita,” ujar Menhut Raja Antoni di Belem, Brazil, dikutip Sabtu (8/11/).

Lebih lanjut, Menhut Raja Antoni menyebut bahwa Prabowo menegaskan posisi Indonesia untuk tetap berpegang pada Paris Agreement serta norma-norma internasional dalam menghadapi krisis iklim secara kolektif.

Tidak hanya itu, Raja Antoni mengatakan Prabowo juga mengumumkan bahwa Indonesia tidak hanya bergabung dalam inisiatif TFFF, tetapi juga siap berinvestasi sebesar US$ 1 miliar dengan kontribusi yang setara seperti Brazil. Hal ini merupakan sebuah langkah berani yang menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara penggagas utama perlindungan hutan tropis dunia.

“Pak Prabowo juga memberikan pengumuman kepada dunia bahwa Indonesia tidak hanya bergabung kepada TFFF, Tropical Forest Forever Facility, tetapi Indonesia juga siap chip in membayar biaya investiasi yang sama besarnya dengan apa yang dikeluarkan oleh Brazil,” ujar Menhut Raja Antoni.

“Ini juga menunjukkan sebagai negara berkembang dan sekaligus negara yang memiliki hutan tropis terbesar, kita bicara pada negara-negara maju dan seluruh belahan dunia lainnya, bahwa kita tidak hanya memiliki hutan tapi juga secara aktif terlibat dalam mencari mekanisme perlindungan terhadap hutan tropis kita,” sambungnya.

Selain itu, Menhut Raja Antoni menyebut, bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia menunjukkan wibawa dan kredibilitas di dunia internasional, yakni dengan aksi mitigasi nyata terhadap global warming dan climate change.

Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva menjadi penggagas utama Tropical Forests Forever Facility (TFFF), sebuah inisiatif pendanaan global untuk melindungi hutan tropis di lebih dari 70 negara. Dalam forum pra-COP30 di Belem, Lula mengumumkan investasi awal sebesar US$ 1 miliar dari Brazil, menjadikannya negara pertama yang berkontribusi pada fasilitas tersebut. Brasil menempatkan diri sebagai pemimpin global dalam perlindungan hutan tropis, dengan mekanisme TFFF yang juga menyalurkan sebagian dana langsung ke masyarakat adat dan komunitas lokal.

Sebagai informasi, dalam COP30 UNFCCC, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjadi salah seorang delegasi Indonesia yang diperintahkan Presiden Prabowo Subianto mendampingi Utusan Khusus Presiden bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo. Di COP30, Kementerian Kehutaan mengkampanyekan "Indonesia: From Rainforest to Global Carbon Hub and Marketplace“ (Indonesia: dari Hutan Hujan Menjadi Pusat dan Pasar Karbon Global).

Hal ini menyambut terobosan Presiden Prabowo Subianto yang baru-baru ini menerbitkan Perpres 110/2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional yang menegaskan kesiapan Indonesia dalam perdagangan karbon internasional. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik