Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK semua makanan alami atau minim olahan aman dikonsumsi. Sejumlah makanan yang dianggap sehat justru berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan hingga keracunan makanan. Terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Ahli gizi, LeeAnn Weintraub menjelaskan, beberapa makanan alami memiliki kandungan yang sulit dicerna tubuh jika dikonsumsi mentah. “Sayuran cruciferous seperti brokoli, kol, dan kembang kol memang kaya antioksidan. Tetapi serat tak larutnya dapat menyebabkan perut kembung, begah, dan kram”.
Sayuran seperti kubis, brokoli, dan kembang kol mengandung senyawa antikanker, namun juga tinggi serat tak larut. Jika dikonsumsi mentah, sayuran ini bisa memicu gangguan pencernaan. Para ahli menyarankan untuk mengolahnya dengan cara dikukus, ditumis, atau dipanggang agar lebih mudah dicerna.
Meski kaya protein dan kalsium, sebagian besar orang dewasa sulit mencerna laktosa dalam susu. National Library of Medicine (NIH) mencatat sekitar 65% populasi dunia mengalami intoleransi laktosa. Terutama pada masyarakat Asia Timur dan Afrika. Gejalanya meliputi kembung, nyeri perut, dan lemas setelah mengonsumsi produk susu.
Buah seperti jeruk, lemon, dan grapefruit mengandung vitamin C tinggi. Bagi penderita gastritisdan GERD, kadar asam buah ini dapat memperparah gejala maag atau asam lambung.
Serat dalam gandum utuh baik untuk pencernaan, tetapi konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping. Seperti kembung, nyeri perut, hingga sembelit. Asupan serat harian yang disarankan adalah 25 gram untuk perempuan dan 34 gram untuk laki-laki.
Cabai mengandung capsaicin yang bisa meningkatkan metabolisme tubuh. Namun, pada orang dengan lambung sensitif, makanan pedas memicu nyeri perut dan gangguan pencernaan.
Kecambah seperti alfalfa atau tauge tumbuh di lingkungan lembap yang juga ideal bagi bakteri seperti E. coli dan Salmonella. Agar aman, kecambah sebaiknya dimasak sebelum dikonsumsi, dan semua peralatan masak dicuci bersih setelah digunakan.
Produk fermentasi seperti yogurt dan kimchi bermanfaat bagi pencernaan. Namun jika prosesnya tidak higienis, makanan dapat terkontaminasi jamur atau bakteri berbahaya. Proses fermentasi disarankan dilakukan dengan panduan yang tepat dan penyimpanan di lemari pendingin.
Ikan mentah yang umum digunakan pada hidangan seperti sushi dan sashimi berisiko membawa parasit anisakis dan bakteri vibrio. Mengonsumsi ikan mentah bisa menyebabkan mual, diare, dan sakit perut.
Untuk mengurangi risiko, ikan sebaiknya dibekukan pada suhu -4°F atau lebih rendah. Selama minimal tujuh hari untuk membunuh parasit sebelum dikonsumsi.
Meski terlihat sehat dan alami, beberapa makanan mentah justru dapat menimbulkan gangguan pencernaan jika tidak diolah dengan benar. Para ahli mengimbau untuk mengenali risiko sebelum mengonsumsi makanan. Agar tetap mendapatkan manfaat nutrisinya tanpa membahayakan kesehatan. (Real Simple/Banner Health/Z-2)
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
Penderita gangguan pencernaan, khususnya asam lambung, tetap bisa menikmati kopi harian asal memperhatikan jenis biji kopi, takaran, serta cara konsumsinya.
Mengonsumsi air kelapa dapat menjadi pilihan untuk memulihkan dehidrasi karena keluar banyak cairan terutama setelah keracunan yang menyebabkan muntah dan diare.
IBD adalah radang usus kronis yang bisa memicu komplikasi berbahaya. RS Abdi Waluyo buka pusat IBD pertama di Indonesia untuk penanganan komprehensif.
Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, GERD dapat menurunkan kualitas hidup dan menyebabkan komplikasi serius
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved