Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KONGRES Wanita Indonesia (Kowani) disebut harus mampu melakukan konsolidasi sumber daya yang dimiliki para perempuan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Dengan keanggotaan Kowani yang tersebar di tanah air, merupakan kekuatan yang dahsyat untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi. Saya yakin, bila upaya itu dilakukan secara bersama-sama akan berhasil," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat pada talkshow bertema Perempuan Cerdas Bersatu, Berdaya Menuju Indonesia Emas yang diselenggarakan di Kantor Pusat Kowani, di Jakarta, Kamis (9/10).
Hadir pada acara tersebut antara lain Anis Hidayah (Ketua Komnas HAM), Nannie Hadi Tjahjanto (Ketua Umum Kowani), dan sejumlah perwakilan organisasi perempuan di Indonesia.
Menurut Lestari, upaya untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi perempuan Indonesia harus dilakukan dengan kesamaan pemahaman dan langkah.
Diakui Rerie, sapaan akrab Lestari, di tengah perubahan sosial dan politik yang terjadi, para anggota Kowani menghadapi tantangan konseptual antara lain terkait penggunaan istilah feminisme yang dianggap produk asing. Indonesia, menurut Rerie, sejatinya memiliki jawaban ideologis melalui Pancasila yang menjamin kesetaraan setiap manusia.
Gagasan Feminisme Pancasila, ungkap dia, bukan tiruan dari Barat, tetapi kelanjutan alami dari nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan gotong royong yang menjadi ruh bangsa Indonesia.
Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, semangat dasar feminisme itu mencakup nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan yang telah hidup dalam gerakan perempuan Indonesia sejak Kongres Perempuan 1928.
Lahirnya Kowani pada masa itu, tegas Rerie, diwarnai dengan semangat progresif dalam bentuk perlawanan atas ketidakadilan terhadap perempuan dan semangat untuk memerdekakan perempuan.
"Jadi jangan kita di masa kini malah mengkerdilkan peran perempuan sebagai istri hanya di ranah domestik saja," ujarnya.
Menurut Rerie, hingga saat ini masih banyak pekerjaan rumah terkait eksistensi perempuan di tanah air. Di lingkungan parlemen misalnya, tambah dia, upaya untuk merealisasikan 30% keanggotaan perempuan di lembaga legislatif masih banyak menghadapi kendala.
Menurut Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, Kowani harus kembali menjadi rumah besar gerakan perempuan Indonesia, bukan sekadar saksi sejarah, tetapi penentu masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
"Saya yakin bila semua elemen perempuan memahami dan menyadari untuk berjuang bersama-sama, banyak pekerjaan rumah yang bisa dituntaskan," ujar Rerie. (H-3)
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan pentingnya sistem jaminan kesehatan nasional.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai usulan kenaikan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen menjadi 7% terlalu tinggi dan berpotensi memberatkan partai politik.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
HAMPIR dipastikan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu atau UU Omnibuslaw Politik akan disahkan pada 2026 ini mengingat tahapan Pemilu 2029 harus sudah dimulai menjelang akhir 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Dewi Motik mengingatkan adanya perbedaan pendapat dalam organisasi seperti Kowani merupakan kewajaran.
Kowani meyakini bahwa kolaborasi antar organisasi perempuan adalah kunci untuk mempercepat terwujudnya cita-cita bangsa.
Kepemimpinan perempuan bukan sekadar menempati posisi strategis, melainkan membawa nilai-nilai empati, kolaborasi, dan ketangguhan dalam berbagai sektor kehidupan.
Kowani mewadahi 111 anggota organisasi di tingkat pusat dengan lebih dari 100 juta anggota perempuan dari seluruh indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved