Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Gizi Nasional (BGN) dalam waktu dekat bakal mengumpulkan ribuan petugas satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat (Jabar). Saat ini di Jawa Tengah seluruh SPPG dan ahli gizi sudah dikumpulkan dan diberi arahan oleh BGN.
Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan Rabu (8/10) menyatakan, setelah Jawa Tengah, selanjutnya SPPG, ahli gizi termasuk tim QC nya juga yang ada di Jabar juga akan dikumpulkan oleh BGN. Saat ini, tim masih mencari tempat outdoor yang dapat menampung ribuan orang. “Kami sedang persiapkan tempatnya, karena tidak ada indoor di kota Bandung yang bisa menampung 7.500-8.000 orang,” jelasnya.
Erwan menambahkan, di Jabar saat ini masih SPPG yang telah memiliki ahli gizi dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) baru sekitar 10 hingga 20 persen. Nantinya semua SPPG diwajibkan semua ahli gizi dan SLHS, makanya nanti ketika dikumpulkan, semua wajib mempunyai sertifikasi. Jika setelah pengarahan dari BGN masih ada SPPG yang tidak memiliki ahli gizi dan SLHS, maka akan ditutup operasionalnya.
“Pemerintah nanti akan tegas. kalau masih ada SPBG yang tidak mempunyai SLHS dan ahli gizi, akan ditutup. Sehingga semua terjamin, sehingga tidak ada lagi yang keracunan,” sambungnya.
Sebelumnya Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengajak untuk fokus pada peningkatan kualitas program MBG dan mereka yang diberhentikan merupakan SPPG yang bekerjanya tidak sesuai dengan standar, nantinya setelah adanya MoU lalu membentuk satgas serta membuat aturan-aturan yang bisa mengikat semua pihak. Ke depan akan ada layanan pengaduan sehingga masyarakat, khususnya penerima manfaat MBG bisa mengadukannya.
“Nanti ada layanan pengaduan, jadi pengguna atau penerima manfaat MBG ini manakala makanannya tidak sesuai dengan jumlah angka Rp10.000, dia nanti posting, dimasukin ke media sosial atau dimasukin ke grup WhatsApp pengaduan,” ucapnya.
Dari WA pengaduan lanjut Dedi, akan dilakukan pengecekan, kemudian dianalisis dan diperiksa oleh auditor. Ranahnya ada tiga kalau pengurangan itu, satu adalah administrasi dua pemberhentia, yang ketiga adalah pidana karena itu adalah uang negara yang dikorupsi.
“Pelaksanaan aturan tersebut baru akan berlaku setelah sebelumnya dilakukan MoU dengan SPPG yang ada. Pemprov juga ingin mendorong agar dapur program MBG ini ada di sekolah-sekolah,” sambungnya. (H-2)
BGN sangat mengapresiasi langkah Pemprov DIY yang telah menyiapkan program Lumbung Mataram di desa-desa, sebagai pemasok bahan baku pangan untuk SPPG
Jangan menyusun menu yang itu-itu saja. Karena pemakaian terus-menerus dalam jumlah banyak bisa memicu lonjakan harga.
Kepala SPPG harus terlibat dan bertanggung jawab penuh dalam mengatur jam kerja timnya, baik dirinya sendiri, Akuntan, Ahli Gizi, maupun para relawan.
Keterlibatan UMKM dan kelompok masyarakat dalam penyediaan bahan pangan adalah kunci keberlanjutan Program Makanan Bergizi (MBG).
BADAN Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmen memperkuat rantai pasok pangan lokal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nanik memastikan bahwa pemerintah, dalam hal ini BGN, akan tetap menerapkan prinsip keadilan kepada seluruh SPPG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved