Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Ketua Umum Persatuan Umat Islam (PUI), Raizal Arifin mendukung pencalonan Sodik Mudjahid sebagai Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) periode 2025–2030.
Menurut Raizal, rekam jejak, kompetensi, dan visi Sodik Mudjahid sangat relevan dan dibutuhkan untuk mentransformasi pengelolaan zakat nasional.
Raizal mengatakan Baznas memerlukan figur yang tidak hanya memahami aspek teologis zakat, tetapi juga ahli manajemen modern dan strategi pemberdayaan umat.
"Sodik Mudjahid telah lama berkecimpung dalam isu sosial dan keagamaan. Beliau memiliki pandangan progresif bahwa zakat tidak boleh berhenti pada fungsi karitatif (amal), melainkan harus menjadi instrumen strategis pembangunan umat yang mampu mengurangi kesenjangan sosial dan mendorong kemandirian ekonomi," ungkap Raizal Arifin dalam keterangan tertulis (5/10).
Sodik menurut Raizal mempunyai pengalaman panjang pada bidang legislatif dan keagamaan. Dia pernah menjadi Wakil Ketua Komisi VIII yang membidangi agama dan sosial yang membuktikan bahwa memiliki pemahaman mendalam terkait fikih, literasi, dan regulasi Zakat.
Selain itu pengalaman dan kedekatan pada proses pembuatan kebijakan akan memperkuat sinergi program zakat dengan agenda pembangunan nasional.
Sodik juga mempunyai pengalaman organisasi yang kuat, termasuk pernah menjabat sebagai Bendahara Bazis Jawa Barat (1998–2003) dan menjabat di organisasi Islam dan pendidikan seperti ICMI Jawa Barat dan Yayasan Darul Hikam Bandung.
Dalam berbagai kesempatan, menurut Raizal, Sodik sering mengungkapkan perlunya zakat masuk lebih dalam pada para pelaku UMKM.
"Jika para pelaku UMKM, yang merupakan tumpuan ekonomi rakyat, mendapat dukungan dana zakat produktif beserta pelatihan manajemen dan akses pasar, hal itu diyakini akan melahirkan kemandirian umat secara masif. Inilah transformasi zakat yang kita butuhkan, yaitu mengangkat mustahik menjadi muzakki baru," tutupnya.
PUI berharap agar proses seleksi Komisioner BAZNAS dapat berjalan lancar dan menghasilkan kepemimpinan yang kompeten serta visioner demi memaksimalkan potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah per tahun. (M-3)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui program Bank Makanan melaksanakan kegiatan Sajian Berkah Bergizi dengan mendistribusikan 5.000 paket makanan siap santap kepada masyarakat miskin
Resolusi tersebut dibacakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA di hadapan perwakilan dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, capaian BAZNAS saat ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan berbagai pihak
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat basis data agar pendistribusian dan penghimpunan zakat lebih efektif, akurat, serta tepat sasaran.
Baznas membentuk Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) dalam rangka mengoptimalkan pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia.
Gerakan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan dan mendukung kemandirian petani.
Dalam proses pemilihan yang berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan, Raizal Arifin dipercaya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan DPP PUI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved