Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir di Bali menjadi salah satu fokus utama MMS Group Indonesia (MMSGI) bersama Yayasan Life After Mine (Line) dalam melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk Bigger Dream. Melalui aksi sosial yang digelar di Desa Ubung Kaja, Denpasar, rombongan MMSGI dan Line menyalurkan bantuan berupa paket makanan dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak agar semangat belajar tetap terjaga meski baru dilanda bencana.
Selain memberi dukungan bagi korban banjir, Bigger Dream juga menggelar aksi bersih-bersih Pantai Jerman, Kabupaten Badung, pada 21 September 2025 lalu. Aksi ini melibatkan komunitas relawan Dewata Shelter, Miss Tourism International Indonesia 2025 Ni Made Dwiguna Pradyaniswari, serta puluhan relawan dan karyawan MMSGI serta Yayasan Line. Kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian lingkungan sekaligus keterlibatan nyata perusahaan dalam mendukung masyarakat.
Tak berhenti di situ, pada 22 September 2025, MMSGI dan Line melanjutkan kontribusinya melalui renovasi atap dan pengecatan ruang kelas di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Bali, Jimbaran. Renovasi ini diharapkan menciptakan suasana belajar yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Selain renovasi, bantuan berupa sembako dan fasilitas pendukung juga diberikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuni asrama. Keterlibatan langsung karyawan MMSGI dan Line dalam proses renovasi memperlihatkan komitmen kuat perusahaan untuk menghadirkan perubahan positif yang berkelanjutan.
Ketua Yayasan Line, Mochammad Bihar, menegaskan bahwa kolaborasi ini membuktikan kepedulian bisa menjadi gerakan bersama. “Program Bigger Dream di Bali adalah bukti nyata kolaborasi yang menghadirkan dampak luas bagi masyarakat. Dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan perubahan berkelanjutan,” ujarnya.
CEO MMSGI, Sendy Greti, menambahkan bahwa Bigger Dream hadir untuk membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak Indonesia agar berani bermimpi besar melalui pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan dukungan berkelanjutan.
Sementara itu, warga penerima bantuan, I Ketut Suguna, menyampaikan rasa syukurnya. “Banjir kemarin sangat berat bagi kami, dan bantuan ini menjadi penyemangat untuk bangkit kembali. Kami tidak menyangka akan mendapat perhatian sebesar ini,” ungkapnya (E-3)
HUJAN deras yang mengguyur Pulau Dewata sejak Sabtu (13/12) malam sampai Minggu (14/12) menyebabkan banjir di sejumlah titik.
"Terapi pemulihan atau trauma healing adalah langkah penting untuk memastikan anak-anak yang terdampak bencana bisa kembali merasa aman dan nyaman,"
Presiden Prabowo berjanji membantu seluruh kerusakan dan kerugian yang dialami masyarakat akibat banjir bandang.
Di Denpasar lahan-lahan permukaan yang sebelumnya berfungsi sebagai resapan air sudah semakin banyak yang disemen atau berlapis beton sehingga air hujan langsung mengalir ke arah hilir.
Keempat korban yang ditemukan adalah perempuan, selanjutnya dibawa ke RS Prof Ngoerah menggunakan Ambulance Al Mandiri, Ambulance BPBD dan Ambulance Namru untuk proses identifikasi.
Dukungan sosial yang komprehensif sangat penting untuk pemulihan jangka panjang para penyintas bencana.
Jaya Negara juga menjelaskan, keterlambatan penyaluran bantuan disebabkan oleh proses verifikasi yang harus dilakukan secara teliti oleh tim BPBD Denpasar bersama Inspektorat.
Badan Amil Zakat Nasional melalui program Bank Makanan telah mendistribusikan 6.000 porsi Sajian Berkah Bergizi untuk para penyintas bencana tanah longsor Banjarnegara, Jawa Tengah.
Untuk memastikan bantuan sosial (bansos) Kemensos tersalurkan secara tepat sasaran, pemerintah menggunakan indikator penting bernama Desil Kesejahteraan Keluarga
Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) 2025 sebagai upaya meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah.
Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat gejala menarik sepanjang 2025: sekitar 50 ribu keluarga secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima bantuan sosial (bansos)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved