Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Memahami arti mad dalam ilmu tajwid sangat penting bagi siapa saja yang ingin membaca Al-Qur’an dengan benar. Mad adalah salah satu hukum bacaan yang berkaitan dengan panjang pendeknya huruf saat melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an.
Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian mad, jenis-jenisnya, dan contohnya secara sederhana agar mudah dipahami oleh pemula.
Arti mad secara bahasa adalah memanjangkan atau memperpanjang. Dalam ilmu tajwid, mad merujuk pada hukum memanjangkan bacaan huruf tertentu, yaitu huruf mad seperti alif (ا), ya (ي), atau waw (و), ketika memenuhi syarat tertentu. Hukum ini penting untuk menjaga keindahan dan kebenaran bacaan Al-Qur’an.
Secara umum, mad terjadi ketika huruf mad diikuti oleh huruf yang menyebabkan bacaan menjadi panjang, seperti huruf hamzah (ء) atau huruf yang dibaca sukun. Panjang bacaan mad biasanya diukur dengan hitungan harakat, yaitu sekitar 2, 4, atau 6 harakat, tergantung jenis madnya.
Ada banyak jenis mad dalam ilmu tajwid, yang dibagi menjadi dua kategori utama: Mad Asli dan Mad Far’i. Berikut penjelasannya:
Mad Asli atau Mad Thabi’i adalah hukum mad yang paling dasar. Mad ini terjadi ketika huruf mad (alif, ya, atau waw) diikuti oleh huruf yang tidak memiliki tanda sukun atau hamzah di belakangnya. Panjang bacaan Mad Asli adalah 2 harakat.
Contoh: Kata قَالَ (dibaca: qaala) memiliki huruf mad alif yang diikuti oleh huruf lam tanpa tanda sukun atau hamzah. Bacaan ini dipanjangkan selama 2 harakat.
Mad Far’i adalah mad yang terjadi karena adanya sebab tertentu, seperti huruf hamzah atau huruf sukun. Jenis mad ini memiliki panjang bacaan yang bervariasi, mulai dari 2 hingga 6 harakat. Berikut beberapa jenis Mad Far’i yang umum:
Mad Badal terjadi ketika huruf hamzah diikuti oleh huruf mad dalam satu kata. Panjang bacaannya adalah 2 harakat.
Contoh: Kata ءَامَنُوا (dibaca: aamanuu) memiliki huruf mad alif setelah hamzah.
Baca juga: Mad Tabii Memahami Tajwid dalam Bacaan Al-Quran
Mad Lazim terjadi ketika huruf mad diikuti oleh huruf yang dibaca sukun karena waqaf (berhenti) atau huruf yang dibaca panjang secara wajib. Panjang bacaannya adalah 6 harakat.
Contoh: Kata الضَّالِّينَ (dibaca: adh-dhaalliin) memiliki huruf mad ya yang dipanjangkan hingga 6 harakat saat berhenti.
Mad ‘Iwad terjadi ketika ada tanwin fathah pada akhir kata dan bacaan dihentikan (waqaf). Tanwin fathah berubah menjadi huruf mad alif dengan panjang 2 harakat.
Contoh: Kata سَمِيعًا (dibaca: sami’an) menjadi sami’aa saat berhenti.
Baca juga: Mad Tabii Memahami Ilmu Tajwid dalam Al-Quran
Mad Lin terjadi ketika huruf mad ya atau waw diikuti oleh huruf yang dibaca sukun karena waqaf. Panjang bacaannya adalah 2, 4, atau 6 harakat, tergantung cara membaca.
Contoh: Kata بَيْتٍ (dibaca: baytin) menjadi bayy saat berhenti.
Mad Tamkin terjadi ketika huruf mad ya bertemu dengan ya sukun dalam satu kata. Panjang bacaannya adalah 2 harakat.
Contoh: Kata الْحَيُّ (dibaca: al-hayyu) memiliki huruf mad ya diikuti ya sukun.
Baca juga: Idgham Bilaghunnah, Bagaimana Cara Membacanya
Memahami arti mad dan jenis-jenisnya membantu kita membaca Al-Qur’an dengan tartil, yaitu dengan tempo yang tepat dan sesuai hukum tajwid. Salah membaca panjang pendeknya huruf mad bisa mengubah makna ayat. Oleh karena itu, belajar mad adalah langkah penting dalam mempelajari Al-Qur’an.
Baca juga: Idgham Bighunnah, Nun Mati dan Tanwin Bertemu Empat Huruf Hijaiyah
Arti mad adalah memanjangkan bacaan huruf tertentu sesuai hukum tajwid. Ada dua jenis utama, yaitu Mad Asli dan Mad Far’i, dengan berbagai cabang seperti Mad Badal, Mad Lazim, Mad ‘Iwad, Mad Lin, dan Mad Tamkin. Dengan memahami hukum mad, kita bisa membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan sesuai kaidah.
Pelajari 15 hukum bacaan mad dalam ilmu tajwid dengan contoh jelas. Panduan lengkap untuk pemula agar baca Al-Qur'an lebih baik!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved