Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TELESKOP Horizon Peristiwa (EHT) baru saja merilis citra terbaru yang menakjubkan dari lubang hitam supermasif di pusat galaksi M87. Lubang hitam yang dikenal sebagai M87* ini pertama kali mendunia pada April 2019 ketika berhasil menjadi lubang hitam pertama yang difoto manusia.
Citra terbaru M87*, yang berjarak sekitar 55 juta tahun cahaya dari Bumi, memperlihatkan fenomena mengejutkan: perubahan arah polarisasi medan magnet di sekitar lubang hitam dalam rentang empat tahun. Pengamatan juga menemukan adanya semburan materi dari sekitar M87*, dengan dasar semburan tampak terhubung langsung dengan cincin terang di tepi luar atau “horizon peristiwa” lubang hitam.
Temuan ini memberi wawasan baru tentang perilaku materi ekstrem di sekitar lubang hitam supermasif, raksasa kosmik dengan massa jutaan hingga miliaran kali Matahari yang menghuni pusat galaksi besar.
“Fakta bahwa pola polarisasi berubah arah dari 2017 ke 2021 benar-benar tak terduga,” ujar Jongho Park, anggota tim EHT dan peneliti di Universitas Kyunghee, Korea Selatan.
“Hal ini menantang model kami dan menunjukkan masih banyak hal yang belum kita pahami di sekitar cakrawala peristiwa.”
Data mencatat bahwa pada 2017, cincin gas superpanas bermagnet kuat di sekitar M87* (bermassa 6,5 miliar kali Matahari) mengalir ke satu arah. Aliran itu berhenti pada 2018, lalu berbalik arah pada 2021. Menariknya, tidak semua sifat plasma mengalami perubahan selama periode tersebut.
“Yang luar biasa adalah, meskipun ukuran cincin tetap konsisten selama bertahun-tahun, mengonfirmasi bayangan lubang hitam yang diprediksi teori relativitas umum Einstein, pola polarisasinya berubah secara signifikan,” jelas Paul Tiede, salah satu pemimpin tim dari Pusat Astrofisika, Harvard & Smithsonian.
Perubahan polarisasi plasma ini mengisyaratkan bahwa lingkungan di sekitar M87* terus berubah, bergejolak, dan penuh dinamika. Kondisi semacam itu sangat mungkin memengaruhi bagaimana lubang hitam menyerap materi di sekitarnya. Namun, penyebab pasti pembalikan ini belum jelas, diduga terkait dengan struktur magnetik plasma yang dipengaruhi faktor eksternal.
Lebih jauh, citra terbaru memungkinkan tim EHT untuk pertama kalinya melihat dasar semburan partikel dari M87*, yang melesat hampir secepat cahaya. Semburan partikel ini diarahkan ke kutub lubang hitam oleh medan magnet, dan diyakini sebagai salah satu mekanisme utama lubang hitam supermasif dalam memengaruhi galaksi, dengan memompa energi kolosal ke lingkungannya.
Setelah capaian besar ini, peningkatan instrumen seperti Teleskop Greenland dan James Clerk Maxwell Telescope diperkirakan akan membuat pengamatan EHT semakin tajam dan detail di masa mendatang. Dengan dukungan teknologi ini, EHT akan menjadi alat kunci untuk menyingkap fisika misterius lubang hitam di tahun-tahun yang akan datang. (Space.com/Z-10)
Tim peneliti menduga objek ini sebenarnya bukan galaksi, melainkan dark stars superterang yang tampak seperti galaksi karena intensitas cahayanya.
Van Dokkum mengatakan ini adalah konfirmasi pertama dari lubang hitam supermasif yang tak terkendali, setelah lima dekade teori dan penelitian tentang objek-objek ini.
Astronom temukan lubang hitam supermasif yang terlontar dari galaksinya. Meluncur 1.000 km per detik, objek ini memicu lahirnya bintang-bintang baru.
Astronom menggunakan Teleskop James Webb menemukan bukti awal keberadaan bintang raksasa purba bermassa hingga 10.000 kali Matahari.
Astronom India menemukan 53 Giant Radio Quasars dengan jet raksasa hingga 7,2 juta tahun cahaya melalui data GMRT.
Sebuah lubang hitam supermasif di galaksi jauh tiba-tiba memancarkan semburan cahaya luar biasa terang, setara dengan 10 triliun Matahari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved