Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AYAT Kursi adalah ayat agung dalam Al-Qur’an yang dianjurkan dibaca kapan saja, baik siang maupun malam, karena mengandung banyak keutamaan, seperti perlindungan dari gangguan setan, ketenangan hati, hingga pahala besar.
Namun, ada kondisi di mana membaca Al-Qur’an, termasuk Ayat Kursi sebaiknya ditunda untuk membacanya.
Orang yang junub wajib mandi junub terlebih dahulu sebelum membaca Al-Qur’an secara langsung.
Wanita haid atau nifas dilarang menyentuh mushaf. Namun, sebagian ulama membolehkan membaca ayat Al-Qur’an, termasuk doa seperti Ayat Kursi tanpa menyentuh mushaf atau melalui hafalan.
Misalnya di kamar mandi atau toilet, tempat kotor, atau lokasi maksiat. Membaca ayat suci di tempat demikian dianggap tidak sopan terhadap kemuliaan Al-Qur’an.
Karena bisa salah baca atau bahkan tertidur tanpa menyelesaikan bacaan.
Ayat Kursi bisa dibaca setiap waktu tanpa batasan tertentu, asal dalam keadaan suci, tenang, dan di tempat yang baik.
Bacaan Arab
Bacaan Latin
Allahu laa ilaaha illaa huwa, al-hayyul qayyuum, laa ta’khudzuhuu sinatun wa laa nawm, lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, man dzal-ladzii yashfa’u ‘indahuu illaa bi idznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiithuuna bi syai-in min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardh, wa laa yauuduhu hifzhuhumaa, wa huwal-‘aliyyul-‘azhiim.
Artinya
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)
Ayat Kursi adalah ayat agung dalam Surah Al-Baqarah yang menegaskan keesaan Allah serta menjadi bacaan perlindungan dan doa utama bagi umat Islam. (Z-4)
Simak arti Ya Hayyu Ya Qayyum, dua nama agung Allah dalam Asmaul Husna. Temukan makna mendalam, dalil Al-Qur'an, dan keutamaan mengamalkannya di sini.
Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā naum. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man żal-ladzī yasyfa‘u ‘indahū illā bi-iżnih.
Allahu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qayyum. Laa ta’khudhuhu sinatunw wa laa nawm. Lahu maa fis-samaawaati wa maa fil-ard. Man dhal-ladzi yashfa’u ‘indahu illaa bi-idhnihi.
Pahami Ayat Kursi secara mendalam: bacaan Arab & Latin, terjemahan, tafsir per kata, hingga keutamaan dan cara mengamalkannya sebagai pelindung hidup Muslim.
Wanita haid boleh membaca Ayat Kursi untuk dzikir, doa, perlindungan, dan ruqyah. Yang dilarang hanyalah tilawah Al-Qur’an secara langsung dan menyentuh mushaf tanpa pembatas
Ayat ini menjelaskan kebesaran, kekuasaan, dan sifat Allah, termasuk bahwa Allah Maha Hidup, Maha Menjaga, tidak tidur atau mengantuk, dan menguasai langit serta bumi.
Allahu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qayyum. Laa ta’khudhuhu sinatunw wa laa nawm. Lahu maa fis-samaawaati wa maa fil-ard. Man dhal-ladzi yashfa’u ‘indahu illaa bi-idhnihi.
Allāhu lā ilāha illā huwa al-ḥayyul-qayyūm. Lā ta’khudzuhu sinatun wa lā nawm. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man ḏa alladhī yashfa‘u ‘indahu illā bi-idhnīh.
Allāhu lā ilāha illā huwa Al-Ḥayyul-Qayyūm. Lā ta’khudhuhu sinatun walā nawm, lahu mā fissamāwāti wamā fil-arḍ. Man dhalladhī yashfa’u ‘indahu illā bi-idhnih.
Allahu laa ilaaha illaa huwa al-hayyul qayyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum, lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh, man dzal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih
Allāhu lā ilāha illā huwa al-ḥayyu al-qayyūm, lā ta’khudzuhu sinatun wa lā nawm, lahu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żalladzī yasyfa‘u ‘indahu illā bi-idznih, ya‘lamu mā baina aydīhim
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved