Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebagai seorang Muslim, mengenal dan memahami Ayat Kursi adalah sebuah kebutuhan spiritual. Ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah manifestasi agung dari sifat-sifat keesaan dan kekuasaan Allah SWT. Dikenal luas karena keutamaannya yang luar biasa sebagai pelindung dan penenang jiwa, Ayat Kursi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari zikir dan doa harian umat Islam di seluruh dunia.
Artikel ini akan mengajak Anda menyelami makna mendalam Ayat Kursi, mulai dari bacaan aslinya, terjemahan yang akurat, tafsir per kata, hingga berbagai keutamaan yang disebutkan dalam hadis-hadis sahih. Kita juga akan membahas panduan praktis tentang bagaimana mengamalkan Ayat Kursi agar keberkahannya senantiasa menyertai setiap langkah hidup kita.
Berikut adalah bacaan Ayat Kursi dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya.
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Bacaan Latin:
Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Setiap frasa dalam Ayat Kursi mengandung makna yang luar biasa. Mari kita bedah satu per satu:
Ini adalah pondasi utama tauhid. Kalimat ini menegaskan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya Dzat yang berhak disembah, tiada sekutu bagi-Nya. Segala bentuk penyembahan selain-Nya adalah batil. Ini adalah inti dari syahadat.
Al-Hayy berarti Dia Yang Maha Hidup, yang hidup-Nya sempurna, tidak didahului ketiadaan dan tidak diakhiri kematian. Al-Qayyum berarti Dia Yang Maha Berdiri sendiri dan mengurus segala sesuatu. Kehidupan seluruh makhluk bergantung pada-Nya, dan Dia tidak membutuhkan apa pun.
Ayat ini menunjukkan kesempurnaan sifat Al-Hayy dan Al-Qayyum. Allah tidak tunduk pada kelemahan makhluk seperti mengantuk atau tidur. Kekuasaan dan pengawasan-Nya tidak pernah luput atau berkurang sedetik pun.
Ini menegaskan bahwa seluruh alam semesta, dari yang terkecil hingga terbesar, adalah milik Allah. Dialah Pencipta, Pemilik, dan Pengatur tunggal atas segalanya.
Menjelaskan bahwa tidak ada satu pun makhluk yang dapat memberikan pertolongan atau syafaat kepada orang lain di hari kiamat kecuali dengan izin dan ridha Allah. Hal ini menolak segala bentuk kepercayaan akan perantara yang bisa berbuat sesuka hati di hadapan Allah.
Ini menunjukkan keluasan ilmu Allah yang meliputi masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dia mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi, yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi, termasuk apa yang tampak dan yang tersembunyi dari makhluk-Nya.
Ilmu makhluk sangat terbatas. Manusia hanya mengetahui sedikit dari ilmu Allah, itupun hanya yang Dia izinkan untuk diketahui. Ini menunjukkan keagungan ilmu Allah yang tak terbatas.
Ini adalah frasa kunci yang menjadi nama ayat ini. Para ulama tafsir memiliki beberapa pandangan tentang makna "Kursi":
Namun, kesemuanya sepakat bahwa frasa ini menggambarkan betapa agung dan luasnya kekuasaan Allah yang mencakup seluruh alam semesta.
Meskipun Kursi-Nya meliputi langit dan bumi yang begitu besar, Allah tidak sedikit pun merasa berat atau lelah dalam memelihara dan mengatur keduanya. Ini menunjukkan kesempurnaan kekuatan dan kekuasaan-Nya.
Al-'Aliyy (Maha Tinggi) menunjukkan ketinggian Dzat, sifat, dan kekuasaan Allah yang tak tertandingi oleh siapa pun. Al-'Azhim (Maha Besar) menegaskan keagungan dan kebesaran-Nya yang mutlak, di atas segala sesuatu.
Ayat Kursi memiliki banyak keutamaan yang disebutkan dalam hadis-hadis sahih. Berikut adalah beberapa di antaranya, lengkap dengan dalilnya:
Rasulullah SAW bersabda kepada Ubay bin Ka'b: "Ayat apakah yang paling agung dalam Kitabullah?" Ubay menjawab: "Ayat Kursi." Maka beliau menepuk dada Ubay seraya berkata: "Selamat atas ilmu yang engkau miliki wahai Abu Mundzir (panggilan Ubay bin Ka'b)." (HR. Muslim).
Konteks: Keagungan ini karena Ayat Kursi memuat nama Allah yang paling agung (Ismul A'zham) dan sifat-sifat-Nya yang sempurna, terutama tauhid dan kekuasaan-Nya.
Jika dibaca sebelum tidur, Ayat Kursi akan menjadi penjaga dari gangguan setan. Rasulullah SAW bersabda: "Jika engkau hendak berbaring di tempat tidurmu, bacalah Ayat Kursi hingga engkau menyelesaikannya. Maka Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi." (HR. Bukhari).
Konteks: Ayat ini menjadi benteng spiritual karena kandungan tauhid di dalamnya menakutkan setan dan jin. Dengan membacanya, seorang Muslim menyerahkan perlindungannya sepenuhnya kepada Allah.
Membaca Ayat Kursi setelah setiap salat fardu adalah salah satu sebab seseorang masuk surga. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai salat fardu, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga melainkan kematian." (HR. Nasa'i dalam Al-Kubra, Al-Albani mensahihkannya).
Konteks: Konsistensi dalam mengamalkan zikir ini menunjukkan keimanan yang kuat dan ketaatan kepada perintah Allah, yang menjadi kunci menuju surga.
Ayat Kursi yang dibaca di dalam rumah akan melindunginya dari setan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa rumah yang dibacakan Ayat Kursi tidak akan dimasuki setan. (HR. Tirmidzi).
Konteks: Perlindungan ini bukan hanya dari gangguan fisik, tetapi juga dari bisikan-bisikan jahat yang dapat memecah belah keluarga atau menjauhkan dari ibadah.
Disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa Ayat Kursi mengandung Asmaul Husna (nama-nama Allah yang baik) yang paling agung, seperti "Al-Hayy" dan "Al-Qayyum". Ketika seseorang berdoa dengan menyertakan nama-nama ini, doanya lebih mudah dikabulkan.
Konteks: Ini memberikan kekuatan luar biasa pada doa yang dipanjatkan setelah membaca Ayat Kursi, menjadikannya sarana yang ampuh untuk memohon kepada Allah.
Untuk meraih keutamaan Ayat Kursi secara maksimal, berikut adalah waktu-waktu dan cara mengamalkannya:
| Waktu Pengamalan | Manfaat | Keterangan |
|---|---|---|
| Setelah Salat Fardu | Sebab masuk surga | Baca satu kali setelah salam dari setiap salat wajib (Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya). |
| Sebelum Tidur | Penjagaan dari setan hingga pagi | Baca satu kali sebelum berbaring di tempat tidur. |
| Zikir Pagi dan Petang | Perlindungan sepanjang hari/malam | Baca satu kali setiap pagi setelah Salat Subuh dan setiap petang setelah Salat Asar/Magrib. |
| Saat Keluar/Masuk Rumah | Perlindungan dari gangguan dan kejahatan | Baca satu kali saat melangkah keluar atau masuk rumah. |
| Saat Terjadi Kegelisahan/Takut | Memberi ketenangan hati dan perlindungan | Baca berulang kali dengan niat memohon perlindungan kepada Allah. |
| Saat Merukyah Diri Sendiri/Orang Lain | Sebagai bagian dari ruqyah syar'iyyah | Baca dengan keyakinan penuh pada kekuatan Allah untuk mengusir gangguan. |
Mengamalkan Ayat Kursi secara rutin bukan hanya sekadar membaca, melainkan juga meresapi makna dan keyakinan akan keesaan serta kekuasaan Allah. Dengan begitu, kita akan merasakan ketenangan, perlindungan, dan kedekatan yang lebih dalam dengan Sang Pencipta.
Ayat Kursi adalah salah satu ayat terpenting dalam Al-Qur'an yang sarat akan makna tauhid dan keagungan Allah SWT. Melalui bacaan, terjemahan, dan tafsir per katanya, kita dapat memahami betapa Allah adalah Dzat yang Maha Hidup, Maha Mengurus, dan Maha Berkuasa atas segala sesuatu.
Berbagai keutamaan yang melekat pada Ayat Kursi, seperti perlindungan dari setan, sebab masuk surga, dan penjaga dari segala marabahaya, menjadikan ayat ini sebagai bekal spiritual yang tak ternilai bagi setiap Muslim. Dengan mengamalkannya secara rutin dan meresapi maknanya, kita berharap dapat selalu berada dalam lindungan dan rahmat-Nya.
Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang komprehensif dan memotivasi kita untuk lebih sering membaca, merenungkan, dan mengamalkan Ayat Kursi dalam kehidupan sehari-hari.
Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā naum. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man żal-ladzī yasyfa‘u ‘indahū illā bi-iżnih.
Wanita haid boleh membaca Ayat Kursi untuk dzikir, doa, perlindungan, dan ruqyah. Yang dilarang hanyalah tilawah Al-Qur’an secara langsung dan menyentuh mushaf tanpa pembatas
Simak bacaan Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah: 255) lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahan. Ketahui juga manfaat dan keutamaan Ayat Kursi jika diamalkan setiap hari.
Bacaan Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah ayat 255) lengkap dengan teks Arab, Latin, dan terjemahan bahasa Indonesia. Simak keutamaan, tafsir, dan waktu terbaik mengamalkannya.
Temukan bacaan Ayat Kursi bahasa Indonesia lengkap dengan teks Arab, Latin, dan terjemahan. Pelajari keutamaannya untuk kehidupan sehari-hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved