Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA “Indonesia Darurat Seblak” baru-baru ini viral di media sosial. Seblak, makanan khas Bandung yang terkenal dengan cita rasa pedas dan gurih, kini menjadi jajanan favorit hampir semua kalangan.
Namun, di balik kelezatannya, konsumsi seblak secara berlebihan bisa menimbulkan dampak serius bagi kesehatan.
Artikel ini akan membahas bahaya seblak jika dikonsumsi terlalu sering, kandungan yang perlu diwaspadai, serta tips aman menikmati seblak agar tidak menimbulkan penyakit.
Seblak adalah makanan berbahan dasar kerupuk mentah yang direbus, lalu dimasak dengan bumbu cabai, bawang putih, kencur, dan aneka topping seperti ceker, sosis, bakso, hingga seafood. Rasanya pedas–gurih dan teksturnya kenyal, membuat banyak orang ketagihan.
Kini, seblak hadir dalam berbagai varian, mulai dari seblak kering, seblak instan dalam kemasan, hingga seblak kuah dengan level pedas ekstrem. Popularitasnya yang tinggi membuat seblak semakin mudah ditemui, baik di pinggir jalan maupun restoran modern.
Istilah ini muncul karena banyak orang mengonsumsi seblak setiap hari, bahkan dalam porsi besar dan level pedas ekstrem. Tren makan seblak viral di TikTok maupun Instagram sering menampilkan tantangan makan seblak super pedas, yang tanpa disadari dapat memicu masalah kesehatan serius.
Cabai dalam jumlah besar bisa menyebabkan maag kambuh, perih di lambung, hingga refluks asam lambung (GERD).
Seblak umumnya mengandung sodium tinggi, yang bila dikonsumsi terus-menerus bisa meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit ginjal.
Kerupuk yang direbus lalu dimakan dalam jumlah banyak dapat menimbulkan kembung, diare, atau sembelit karena sulit dicerna tubuh.
Makanan pedas membuat tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak lewat keringat dan BAB, sehingga tubuh mudah kekurangan cairan.
Sensasi pedas yang menimbulkan “nagih” membuat orang sulit berhenti, sehingga konsumsi seblak bisa berlebihan tanpa disadari.
Seblak memang lezat dan menjadi bagian dari tren kuliner kekinian. Namun, konsumsi berlebihan bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan, mulai dari maag, hipertensi, hingga gangguan ginjal.
Fenomena “Indonesia Darurat Seblak” seharusnya menjadi peringatan agar masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi makanan pedas dan instan.
Ingat, nikmati seblak secukupnya, jangan berlebihan. (Z-10)
Sumber:
Seblak memiliki aroma khas kencur dan rasa pedas yang kuat. Seblak rasanya pedas dan nagih, harga terjangkau, bisa dikreasikan dengan banyak topping, cocok dimakan saat hujan atau dingin.
Seblak tinggi pedas dan minyak, jadi konsumsi berlebihan bisa menimbulkan masalah lambung, kolesterol, atau hipertensi. Pilih seblak dengan bahan bersih dan higienis
Nama seblak diyakini berasal dari bahasa Sunda, yaitu nyeblak yang artinya menyengat atau mengagetkan, sesuai dengan rasa pedas dan aroma bumbu kencurnya yang khas.
Seblak terbuat dari kerupuk basah yang dimasak dengan bumbu khas dan berbagai tambahan seperti telur, ayam, bakso, sosis, mie, hingga sayuran.
Nama seblak diyakini berasal dari bahasa Sunda, yaitu nyeblak yang artinya menyengat atau mengagetkan, sesuai dengan rasa pedas dan aroma bumbu kencurnya yang khas.
Makanan khas Indonesia yang berbahan dasar kerupuk ini, di dalamnya bisa juga ditambahkan sayuran, dan berbagai bahan pelengkap lainnya seperti telur, sosis, atau ayam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved