Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH studi global dari Stanford University School of Medicine memaparkan fakta mengejutkan: Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan aktivitas fisik terendah di dunia.
Analisis data akselerometer dari 700.000 smartphone di 111 negara menunjukkan rata-rata langkah harian warga Indonesia hanya 3.513 langkah, jauh di bawah rata-rata global.
Penelitian ini tidak hanya menghitung jumlah langkah, tapi juga mengungkap korelasi erat antara rendahnya aktivitas fisik dan lonjakan obesitas.
Menurut Jennifer Hicks, Direktur Ilmu Data di Mobilize Center Stanford, kesenjangan aktivitas (activity inequality), jurang antara kelompok yang sangat aktif dan sangat pasif, lebih kuat memicu obesitas daripada sekadar rata-rata jumlah langkah. Kondisi ini juga terkait erat dengan diabetes dan penyakit jantung.
Berbanding terbalik, Hong Kong memimpin sebagai negara paling aktif dengan 6.880 langkah per hari, disusul Tiongkok dan Ukraina. Faktor budaya, urbanisasi, serta ruang publik yang mendukung aktivitas fisik dinilai berperan besar.
Temuan ini menjadi alarm keras, terutama bagi Indonesia. Akses transportasi yang makin mudah dan minimnya ruang hijau membuat masyarakat kian pasif.
Para peneliti berharap hasil studi ini mendorong pemerintah dan publik mengubah gaya hidup: lebih banyak bergerak untuk melawan obesitas dan penyakit kronis. (IFL Science/Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved