Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Digitalisasi SDM BPJS Kesehatan Dimotori Tata Nilai Iniastif

Cahya Mulyana
06/9/2025 00:15
Digitalisasi SDM BPJS Kesehatan Dimotori Tata Nilai Iniastif
Ilustrasi.(MI)

DIREKTUR SDM dan Umum BPJS Kesehatan Andi Afdal Abdullah menegaskan dalam Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2025 bahwa tata nilai integritas, kolaborasi, pelayanan prima, dan inovatif (inisiatif) menjadi kunci arah dalam pengembangan digitalisasi SDM BPJS Kesehatan.

“Teknologi mempercepat, tapi nilai memberi arah. Inisiatif adalah kompas yang memastikan digitalisasi berjalan sesuai tujuan organisasi,” ujar Andi Afdal dalam keterangannya, Jumat (6/9).

Menurut sosok yang telah memimpin transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) BPJS Kesehatan sejak 2021 yang lalu itu, pengalaman BPJS Kesehatan yang lebih dari satu dekade telah mengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem, melainkan konsistensi kepemimpinan dalam walk the talk, pemaknaan people analytics sebagai cerita dari seorang manusia, serta dukungan change champion internal yang menjadi penggerak perubahan.

Sebagai implementasi, BPJS Kesehatan mengembangkan ekosistem digital Human Capital Management (HCM) yang mencakup Digital Library (DIARY), Learning Management System (Smart Corpu), Integrated Human Capital Information System (IHC), Applicant Tracking System (ATS), Employee Self Service (ESS), hingga Internal Job Posting (IJP). 

Seluruh platform tersebut dibangun sejalan dengan spirit tata nilai inisiatif menghadirkan pengelolaan SDM yang transparan, inklusif, efisien, dan adaptif. Selain infrastruktur, BPJS Kesehatan juga menanamkan kompetensi digital sebagai kompetensi inti Duta BPJS Kesehatan, mulai dari digital leadership, data security & privacy, digital empathy & collaboration, hingga digital ethicsdan digital curation. Pendekatan ini memastikan digitalisasi tidak berhenti pada sistem, tetapi benar-benar memperkuat kapasitas manusia untuk melayani masyarakat.

Meski teknologi menjadi akselerator utama, Andi Afdal menekankan bahwa manusia tetap menjadi inti dari proses pengelolaan SDM. Melalui bukunya “Mengelola dengan Hati, Berkarya dengan Hasil”, ia menegaskan pentingnya personal touch sebagai resep membangun organisasi berkelanjutan. 

Karena itu, program seperti kesehatan mental, community of interest, serta komitmen pada diversity, equity, and inclusion (DEI) dijadikan bagian integral dari strategi human capital. Lingkungan inilah yang memperkuat keberlanjutan JKN sekaligus memastikan tata nilai inisiatif tetap hidup dalam keseharian organisasi.

Melalui tata nilai inisiatif sebagai fondasi dan digitalisasi sebagai akselerator pengembangan, BPJS Kesehatan berhasil merancang transformasi SDM yang adaptif, inklusif, dan berdampak nyata bagi keberlanjutan JKN. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik