Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PERBEDAAN pendapat dengan teman, terutama soal politik, kerap menimbulkan gesekan. Namun, psikolog klinis Maria Alyssia, M.Couns. & PsychTh menekankan bahwa hal ini bukan alasan untuk memutus pertemanan.
“Perbedaan itu wajar dalam relasi yang sehat. Kita tidak selalu perlu memutus pertemanan hanya karena berbeda pendapat,” ujar Maria Alyssia, anggota Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia.
Menurut Maria, yang juga lulusan magister University of Adelaide, Australia, memaksakan kesamaan pandangan justru bisa berdampak buruk pada kesehatan mental.
Jika dibiarkan, konflik semacam ini bisa berujung pada stres berkepanjangan dan hilangnya rasa percaya.
Memberi ruang bukan berarti memutus pertemanan, melainkan waktu untuk menenangkan diri dan menjaga kesehatan mental.
Jika salah satu sedang emosi, lebih baik menunda percakapan agar komunikasi tetap sehat.
Hindari topik sensitif, seperti politik, jika terbukti memicu konflik. Fokuslah pada hal-hal yang lebih netral.
Ungkapkan perasaan dengan kalimat seperti “Aku merasa…” atau “Menurut aku…” daripada menyalahkan dengan “Kamu selalu…”.
Pertemanan yang layak dipertahankan adalah yang tetap respect meski berbeda pandangan, mau mendengar, serta menghargai batasan.
Menjaga pertemanan di tengah perbedaan pandangan bukan hal mudah, tetapi sangat mungkin dilakukan. Dengan komunikasi yang sehat, saling menghargai, serta memberi ruang ketika diperlukan, hubungan bisa tetap terjaga tanpa harus mengorbankan kesehatan mental. (Ant/Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved