Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TREN kewirausahaan di kalangan mahasiswa perguruan tinggi semakin menarik perhatian publik. Beragam program kewirausahaan terus digalakkan untuk mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri dan inovatif.
Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan potensi mahasiswa, turut aktif membina para mahasiswa agar mampu berwirausaha. Salah satunya melalui program Mahasiswa Wirausaha.
Namun demikian, minat mahasiswa untuk mengembangkan kewirausahaan hijau, yakni usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan, masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari masih sedikitnya usulan program usaha mahasiswa yang mengintegrasikan aspek ramah lingkungan ke dalam tujuan bisnis mereka.
Untuk itu tim dosen Fakultas Psikologi (FPsi) UNJ mengambil langkah nyata untuk menjawab tantangan tersebut melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar pada 14 Agustus 2025 di Aula Lantai 1 Kampus D Fakultas Psikologi.
Kegiatan bertajuk “Greenpreneur: Menciptakan Keseimbangan Bisnis yang Berkelanjutan” ini dipimpin oleh Dewi Fransiska Simanjuntak bersama anggota tim dosen FPsi UNJ yakni Redo Tridinata Wijaya, Erik, dan Liza Yudhita Widyastuti. Tim dosen FPsi UNJ UNJ juga melibatkan mahasiswa, antara lain Muhammad Davin Anugerah dan Cahya Nisrina Kamila Putri, sebagai bentuk kolaborasi lintas generasi dalam menguatkan semangat kewirausahaan hijau.
Acara berlangsung dengan menghadirkan mitra usaha dari kalangan civitas akademika UNJ, yaitu Anugrah Fauzi (pemilik Juragan Dimsum), Badi Kayla Azzahra (pemilik by.paeonia), dan Dahlia Mutmainnah (pemilik Dath Crumbs).
Dalam sesi diskusi, Anugrah Fauzi, alumni Fakultas Psikologi yang akrab disapa Bang Oji, membagikan pengalaman bagaimana usahanya mengurangi limbah produksi dengan mengurangi penggunaan plastik dan mengelola botol bekas untuk diserahkan kepada pengumpul barang daur ulang. Praktik ini mencerminkan implementasi prinsip kewirausahaan hijau: usaha tetap berjalan menguntungkan sekaligus ramah lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi Fransiska Simanjuntak menegaskan pentingnya kesadaran pelaku usaha terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, kewirausahaan hijau adalah bentuk kontribusi nyata mahasiswa dan alumni UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang tengah digalakkan oleh pemerintah Indonesia dan komunitas global.
“Pelaku usaha yang berkomitmen pada keberlanjutan patut diapresiasi. Kesadaran ini harus dijaga dan ditularkan, karena dunia usaha bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga tentang tanggung jawab menjaga bumi,” ujarnya dilansir dari keterangan resmi, Jumat (30/8).
Melalui kegiatan ini, dosen FPsi UNJ berharap dapat menumbuhkan semangat berwirausaha yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Kewirausahaan hijau diharapkan menjadi jalan bagi mahasiswa tidak hanya untuk meraih keuntungan, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. (H-2)
Tim Pengkaji MBG UNJ menilai keunggulan utama BLU terletak pada kemampuannya mengombinasikan fleksibilitas operasional dengan akuntabilitas yang kuat.
Komitmen FEB UNJ dalam menyiapkan generasi unggul melalui kurikulum internasional, dosen berpengalaman, dan jejaring mitra global.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis antara perguruan tinggi dan mitra industri untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan dinamika dan tuntutan dunia profesional.
Peningkatan kualitas lulusan tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh perguruan tinggi, melainkan membutuhkan kolaborasi erat dan berkelanjutan dengan dunia industri.
Dekan FPsi UNJ, Gumgum Gumelar, menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan dunia kerja dalam menyiapkan lulusan psikologi yang adaptif, kompeten.
Berdasarkan rilis resmi THE WUR 2026, UNJ menempati peringkat dunia 1501+ dengan skor keseluruhan 10,3–27,2
Otoritas Nepal resmi menghapus sistem deposit sampah di Gunung Everest karena dinilai gagal. Kini, pendaki akan dikenakan biaya pembersihan non-refund.
Polda Riau menyiapkan dua agenda strategis yang berlangsung beriringan pada November ini sebagai bagian dari komitmen memperkuat gerakan ekologis.
Kementerian Lingkungan Hidup bergerak cepat menangani dugaan kontaminasi radioaktif pada ekspor udang beku PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods).
PT NHM di Tambang Gosowong tunjukkan harmoni menambang & menjaga alam lewat tambang bawah tanah, reklamasi, dan pelestarian satwa endemik Halmahera.
Hotel ibis Palembang Sanggar dengan bangga mengumumkan keberhasilan meraih sertifikasi Green Key, sebuah penghargaan prestisius bertaraf internasional
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved