Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, prihatin terhadap kasus Raya, balita asal Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal dunia dalam kondisi tubuhnya dipenuhi cacing atau cacingan.
“Saya prihatin, di 80 tahun Indonesia merdeka masih ada anak balita yang menderita cacingan,” kata Irma melalui keterangannya, Jumat (22/8).
Irma mengatakan pemerintah telah memberikan akses pelayanan kesehatan gratis bagi fakir miskin berupa program Penerima Bantuan Iuran (PBI) di BPJS Kesehatan. Namun, ia menilai masih banyak masyarakat yang belum teredukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan.
“Sayangnya, masyarakat masih banyak yang abai dan tidak memahami pentingnya pola hidup bersih dan sehat,” kata Irma.
Legislator Partai NasDem itu mempertanyakan peran pemda agar memperhatikan kondisi kebutuhan dasar bagi masyarakat.
“Harusnya pemda setempat tidak boleh lagi membiarkan warganya mandi, cuci, dan buang air di kali. Mereka harus menyediakan sumur dan jamban sehat. Sayangnya, banyak pemda yang hanya bisa menghabiskan APBD tanpa tahu apa yang menjadi kebutuhan dasar warganya,” ujarnya.
Irma mengatakan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membantu tingginya biaya pengobatan atau kuratif pada BPJS Kesehatan. Ia meminta pemerintah agar terus menggencarkan sosialisasi Germas agar penyakit yang dapat menjangkit dapat dihindari.
“Saya sebagai anggota Komisi IX DPR RI mendorong pemerintah untuk tetap melaksanakan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat pada masyarakat agar kejadian cacingan yang sampai merenggut nyawa balita ini dapat dihindari,” katanya.
Sebelumnya, Raya, seorang balita berusia tiga tahun di Sukabumi meninggal di RSUD Sekarwangi akibat cacingan akut. Kasus ini menuai perhatian publik karena korban berasal dari keluarga kurang mampu dan sempat terkendala biaya serta akses jaminan kesehatan. (H-3)
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
PENYAKIT cacingan masih menjadi persoalan kesehatan yang banyak dialami anak-anak di Indonesia. Kebiasaan sederhana yang kerap dianggap sepele bisa menyebabkan cacingan.
Cacing dapat menyebabkan gangguan penyerapan zat gizi. Beberapa jenis cacing dapat menyebabkan gangguan nafsu makan dan asupan gizi berkurang.
Infeksi cacing dapat mengganggu penyerapan gizi anak. Simak rekomendasi nutrisi seimbang, vitamin, dan cara masak yang tepat agar anak cepat pulih.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menegaskan kasus cacingan berat yang dialami seorang balita di Kabupaten Seluma, Bengkulu, menjadi bahan evaluasi bersama lintas sektor.
Mata anak sering berkedip bukan pertanda cacingan. Dokter jelaskan penyebab sebenarnya mulai dari alergi, mata kering, gangguan penglihatan, hingga stres.
KOMISI IX DPR RI meminta BPJS Kesehatan jangan terlalu pasif dan lebih proaktif terutama kisruh penonaktifan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang saat ini terjadi.
ANGGOTA Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti surat edaran yang dikeluarkan menteri kesehatan dan menteri sosial perihal reaktivasi peserta Penerima Iuran PBI BPJS Kesehatan.
WAKIL Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, meminta pemerintah memberikan gambaran yang jelas mengenai batas penghasilan masyarakat yang masuk kategori desil 6 pada BPJS Kesehatan.
ANGGOTA Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menilai penonaktifan mendadak kepesertaan PBI BPJS Kesehatan telah membuka celah serius dalam perlindungan kesehatan rakyat miskin.
Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono, menegaskan bahwa proses validasi peserta PBI JKN tersebut tidak boleh dilakukan secara mendadak, terutama bagi pasien yang menderita penyakit kronis.
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menegaskan bahwa penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan berpotensi menimbulkan keadaan darurat kesehatan. I
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved