Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA 20 Mei lalu, Lembaga Irama Nasional Indonesia dan Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI) merilis Tari Keroncong Nusantara dengan menggunakan musik keroncong sebagai irama asli Indonesia. Langkah ini sebagai bentuk dukungan pengajuan keroncong untuk mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari UNESCO
Sebagai tindak lanjut, Tari Keroncong Nusantara diperkenalkan kepada masyarakat. Bertepatan dengan momentum Reuni Alumni SMA 42 angkatan ’89 bertajuk “36 Tahun Bersahabat and more !”, LINI yang digawangi Rudy Octave, ASETI, bersama para Alumni SMA 42 angkatan ’89 melakukan pemecahan “Rekor 100 orang Menari Tari Keroncong Nusantara” di Jakarta, Sabtu (14/6).
"Kita sedang merancang agar tarian ini bisa menjadi milik Indonesia, bisa menasional. Karena memang tarian ini dirancang agar bisa dinikmati segala kalangan, anak muda dan senior. Ada dua versi, versi pertama yang berlanggam keroncong, yang kedua versi remix. Versi remix ini harapannya bisa kita turunkan untuk anak muda," kata ketua Ketua ASETI Agustina Rochyanti
"Setelah ini, kita akan sosialisaiksan ke anak sekolah, bisa workshop atau lomba. Ini butuh kebersamaan, ASETI dan LINI tidak bisa sendiri, perlu dukungan pemerintah pusat dan daerah agara bisa jadi kekayaan budaya,"lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, seniman tari Gita Novia yang turut menciptakan Tarian Keroncong Nusantara mengatakan, pihaknya sudah mematenkan gerakan dalam tarian tersebut. "Terkait gerak sudah kita patenkan. Jadi nanti jika diperlombakan, ada batasan improvisasi, misalnya tangan saja yang diperbolehkan, tidak bisa main bongkar pasang. Kita juga sediakan dua versi, yang mudah ada enam gerakan dan satu lagi 10 gerakan. Yang 10 gerakan lebih complicated jadi anak muda lebih senang. Ini yang kita bisa sosialisasikan apda anak muda dan lebih mudah bagi mereka untuk membuat pola lantai atau koreografi,"lanjutnya.
"Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi kami dalam pengembangan dan pelestarian budaya Indonesia," jelas Edi Sampurno, ketua Alumni 42 89 periode 2024/2025
Sementara Wakil Ketua Ikatan Alumni SMAN 42 Angkatan 89 Yogo Voluntoro mengatakan keikutsertaan dalam menyosialisasikan Tari Keroncong Nusantara adalah bentuk kecintaan terhadap budaya nusantara. "Rekan- rekan alumni mempunyai semangat melestarikan seni budaya lewat Tari Keroncong Nusantara ini.”, tambah Yogo
Kami ingin berkontribusi untuk bisa melestarikan keroncong sebagai salah satu budaya Indonesia. INi kesemaptan baik yang kami ambil agar teman-teman juga bisa mengenal budaya ini. Kita merasa bangga bisa turut melestarikan seni Indonesia ini," jelas Melvy Sanniesti Penasehat Reuni SMAN 42 Angkatan 89". (H-2)
Hetty mengaku setidaknya sudah lebih dari 30 penghargaan pernah diterima sejak AMI Awards digelar pertama kali pada 1997.
Kemendikbud-Ristek) melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan untuk ketiga kalinya akan menggelar perhelatan Keroncong Svaranusa 2024.
Alunan musik single ini bernuansa pop tapi tetap memperlihatkan karakter keroncong.
Film Waldjinah akan bercerita tentang perjalanan sosok penyanyi "Walang Kekek" dalam periode tahun 1952-1987 atau saat Waldjinah berumur 7-42 tahun
Film pendek tribute to Maestro Keroncong Waldjinah mengambil latar belakang Kota Surakarta dengan setiap sudutnya yang memberikan rasa hangat sebagai rumah.
Penetapan 514 WBTbI tahun ini adalah capaian luar biasa, hasil dari 804 usulan yang diajukan oleh 35 provinsi.
Nasi Megono dan Lopis Krapyak ditetapkan sebagai WBTB pada 8 Oktober 2025 lalu.
Tradisi yang berasal dari Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes ini masuk dalam domain Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan.
Menbud Fadli Zon mengungkapkan budaya merupakan alat pemersatu untuk menghadapi tantangan global karena mampu menghubungkan orang-orang melalui kisah, nilai, dan ekspresi bersama
Kementerian Kebudayaan secara resmi menetapkan 17 Desember sebagai Hari Pantun. Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 163 Tahun 2025 tentang Hari Pantun.
Festival Pesona Budaya Hoyak Tabuik 2025 resmi dibuka langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Minggu (6/7/2025).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved