Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AYAT Kursi adalah ayat ke-255 dalam Surah Al-Baqarah yang merupakan surah ke-2 dalam Al-Qur’an. Ayat ini disebut "Ayat Kursi" karena di dalamnya terdapat kata "kursi" yang bermakna kekuasaan atau singgasana Allah SWT.
Ayat Kursi termasuk ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an dan memiliki banyak keutamaan luar biasa bagi siapa pun yang membacanya dengan penuh keyakinan.
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membacanya sebelum tidur, maka Allah akan menjaganya sampai pagi. (HR. Bukhari)
Membaca Ayat Kursi saat merasa takut dapat menenangkan hati.
Dianjurkan membaca setiap selesai salat fardhu dan sebelum tidur.
Ayat ini menunjukkan kekuasaan dan penjagaan Allah atas segala sesuatu.
Membacanya di pagi dan petang menjaga diri sepanjang waktu.
Isinya menegaskan keesaan Allah dan kekuasaan-Nya yang tak terbatas.
Banyak ulama menyarankan membacanya dalam ruqyah syar’iyyah.
Dikatakan oleh beberapa ulama sebagai penolong di akhir hayat (meski tanpa dalil khusus yang sahih).
Membacanya setelah salat bisa mempertebal keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah.
Bacaan Arab
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Bacaan Latin
Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm. Lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā nawm. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man dzal-ladzī yasyfa’u ‘indahū illā bi idznih. Ya’lamu mā baina aydīhim wa mā khalfahum, Wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā’. Wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, Wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, Wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.
Artinya
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Maha Hidup, lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa'at di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang (ada) di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al-Baqarah: 255)
Ayat Kursi adalah ayat perlindungan dan tauhid yang luar biasa. Dianjurkan untuk dibaca setiap hari, terutama setelah salat, saat pagi dan sore hari, serta sebelum tidur. (Z-4)
Simak arti Ya Hayyu Ya Qayyum, dua nama agung Allah dalam Asmaul Husna. Temukan makna mendalam, dalil Al-Qur'an, dan keutamaan mengamalkannya di sini.
Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā naum. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man żal-ladzī yasyfa‘u ‘indahū illā bi-iżnih.
Allahu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qayyum. Laa ta’khudhuhu sinatunw wa laa nawm. Lahu maa fis-samaawaati wa maa fil-ard. Man dhal-ladzi yashfa’u ‘indahu illaa bi-idhnihi.
Pahami Ayat Kursi secara mendalam: bacaan Arab & Latin, terjemahan, tafsir per kata, hingga keutamaan dan cara mengamalkannya sebagai pelindung hidup Muslim.
Wanita haid boleh membaca Ayat Kursi untuk dzikir, doa, perlindungan, dan ruqyah. Yang dilarang hanyalah tilawah Al-Qur’an secara langsung dan menyentuh mushaf tanpa pembatas
Ayat ini menjelaskan kebesaran, kekuasaan, dan sifat Allah, termasuk bahwa Allah Maha Hidup, Maha Menjaga, tidak tidur atau mengantuk, dan menguasai langit serta bumi.
Allahu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qayyum. Laa ta’khudhuhu sinatunw wa laa nawm. Lahu maa fis-samaawaati wa maa fil-ard. Man dhal-ladzi yashfa’u ‘indahu illaa bi-idhnihi.
Allāhu lā ilāha illā huwa al-ḥayyul-qayyūm. Lā ta’khudzuhu sinatun wa lā nawm. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man ḏa alladhī yashfa‘u ‘indahu illā bi-idhnīh.
Allāhu lā ilāha illā huwa Al-Ḥayyul-Qayyūm. Lā ta’khudhuhu sinatun walā nawm, lahu mā fissamāwāti wamā fil-arḍ. Man dhalladhī yashfa’u ‘indahu illā bi-idhnih.
Allahu laa ilaaha illaa huwa al-hayyul qayyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum, lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh, man dzal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih
Allāhu lā ilāha illā huwa al-ḥayyu al-qayyūm, lā ta’khudzuhu sinatun wa lā nawm, lahu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żalladzī yasyfa‘u ‘indahu illā bi-idznih, ya‘lamu mā baina aydīhim
Allahu laa ilaaha illaa huwa, al-hayyul qayyuum, laa ta’khudzuhuu sinatun wa laa nawm, lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, man dzal-ladzii yashfa’u ‘indahuu illaa bi idznih
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved