Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS demam berdarah dengue (DBD) disebut akan mengalami peningkatan di musim kemarau basah yang tengah terjadi saat ini. Tahun 2024 lalu, puncak penyebaran DBD di Indonesia juga terjadi pada awal tahun dan menjelang pertengahan tahun.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, pada intinya, DBD adalah penyakit yang akan selalu ditemui sepanjang tahun di Indonesia. Sebagai negara dengan iklim tropis, DBD memang menjadi ancaman yang masih sulit untuk dihilangkan, melainkan hanya bisa berusaha dicegah dengan beberapa cara.
Ketua Tim Kerja Arbovirosis Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Fadjar SM Silalahi mengatakan, pola penyakit dengue atau DBD ada sepanjang tahun di indonesia. Jadi masyarakat harus terus melakukan pencegahan dan waspada, bukan hanya pada saat musim kemarau basah seperti sekarang ini.
Fadjar mengatakan, pada 2024 Indonesia mencatatkan kasus DBD tertinggi, yakni 242 ribu kasus dengan kematian 1.400 jiwa. Sebelum 2024, 2016 paling tinggi. "Tahun 2024 itu ternyata puncak lebih tinggi lagi karena berbagai faktor yang berubah, salah satunya perubahan iklim," katanya.
Menurut dia, selama 2024 kasus DBD mengalami lonjakan pada Januari hingga Maret, kemudian menurun pada bulan-bulan berikutnya. Selanjutnya pada November dan Desember kembali mengalami peningkatan kasus.
Berbeda dengan tren di awal tahun 2024 yang sangat tinggi angka kasus DBD-nya, tahun 2025 ini Fadjar mengatakan kasus DBD mengalami
penurunan. Memasuki tahun 2025 terjadi penurunan (kasus DBD), 38.000 (kasus), kemudian kematian 182 (jiwa).
"Memang menurun, tapi bukan berarti selesai masalah. Karena pola cuaca juga berubah, pola masyarakat juga berubah, kita akan tetap melakukan pengawasan terus-menerus sepanjang tahun ini," kata dia.
Fadjar mengayakan, Kementerian Kesehatan menargetkan nol kematian dalam kasus dengue pada 2030. Targetnya 2030 tidak ada kematian yang disebabkan oleh virus dengue atau DBD. (Ant/H-3)
SEPANJANG periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 44 warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, positif terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap bahaya demam berdarah melalui aksi nyata berbasis komunitas.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya petugas kesehatan dan beberapa puskesmas harus terlibat menggerakan masyarakat supaya lingkungan bersih.
Pada Januari dilaporkan terjadi 54 kasus DBD. Jumlahnya turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
SEPANJANG periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 44 warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, positif terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
KASUS demam berdarah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, melonjak tajam. Dalam satu bulan sebanyak 157 warga terkena penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.
DBD kini menyerang dataran tinggi dan pelosok. Simak panduan lengkap 2026 untuk warga daerah: update Wolbachia, harga vaksin, dan alur rujukan.
Kasus DBD pada 2025 tercatat ada 70 kasus sehingga jumlah alami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2024.
Terdapat 160 kasus DBD pada Oktober 2025, 161 kasus pada November dan meningkat menjadi 163 kasus DBD pada Desember 2025 di Jakarta Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved