Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yang berarti ketakutan atau kecemasan karena merasa ketinggalan sesuatu entah itu tren, acara, informasi, atau pengalaman sosial yang sedang populer atau sedang terjadi.
FOMO membuat seseorang merasa harus terus ikut dan terlibat agar tidak merasa tersisih atau kehilangan kesempatan.
Tetapkan batas pengeluaran khusus untuk hiburan atau sosial supaya tidak kebablasan.
Tanyakan pada diri sendiri, apakah pengeluaran ini benar-benar penting atau hanya karena ingin ikutan tren.
Apakah media sosial, teman, atau iklan? Kurangi paparan pada pemicu tersebut.
Hindari scroll tanpa tujuan, supaya gak terus-terusan merasa “ketinggalan”.
Ingat kembali target tabungan atau investasi kamu sebagai motivasi menahan diri.
Misal, nonton bareng di rumah daripada ke bioskop atau makan di rumah daripada resto mahal.
Jangan memaksakan diri ikut sesuatu yang bikin kamu stres dan boros.
Teman yang mengerti kondisi keuanganmu dan gak memaksa kamu ikut acara mahal.
Hargai apa yang kamu punya tanpa merasa kurang hanya karena orang lain punya lebih.
Kadang menolak tawaran itu penting untuk menjaga keuangan dan mental sehat.
Misal olahraga, hobi, atau belajar hal baru yang gak menguras uang.
Fokus pada pengalaman bermakna dan hubungan yang sehat, bukan cuma mengikuti tren.
Biasanya fomo muncul karena paparan media sosial yang menampilkan hal-hal menarik yang dilakukan orang lain.
Akibatnya, seseorang bisa merasa gelisah, cemas, atau bahkan mengeluarkan uang berlebihan hanya demi ikut tren atau acara tersebut. (Z-4)
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di jagat maya menjadi pemicu utama kecemasan masyarakat saat ini.
FOMO (fear of missing out) akan kecerdasan buatan kini semakin nyata.
Keberhasilan dalam berinvestasi sangat bergantung pada pemahaman investor terhadap produk atau instrumen yang dipilih.
Tidak semua informasi di media sosial itu penting, sebab informasi penting tetap akan diterima meski tidak selalu terhubung gawai.
Warganet dengan indikasi FOMO dengan mudah mengeluarkan uang untuk mencoba gaya hidup baru atau mengonsumi barang-barang keluaran terkini, tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan pribadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved