Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
APAKAH Anda pernah terbangun beberapa kali di malam hari hanya untuk pergi ke toilet? Jangan sepelekan kebiasaan ini. Para profesional kesehatan memperingatkan bahwa nokturia, istilah medis untuk sering buang air kecil di malam hari, dapat menjadi tanda awal adanya diabetes yang harus diperhatikan.
Frekuensi buang air kecil yang meningkat, terutama pada malam hari, biasanya disebabkan tingginya kadar gula darah pada penderita diabetes. Ginjal berfungsi lebih keras untuk menyaring dan mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urine. Proses ini menyebabkan dorongan untuk buang air kecil lebih sering, bahkan dapat mengganggu kualitas tidur seseorang.
Ada berbagai penyebab nokturia, mulai dari infeksi saluran kemih akibat iritasi dan peradangan, hingga bisa juga mengindikasikan diabetes karena peningkatan produksi urin akibat gula darah yang tidak terkontrol. Selain itu, gagal jantung kongestif, efek samping obat tertentu, penuaan, hingga konsumsi cairan berlebih di malam hari juga dapat menyebabkan masalah ini.
Selain nokturia, ada gejala awal diabetes lain yang perlu diperhatikan, seperti rasa haus berlebihan (polidipsia), sering merasa lapar (polifagia), penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, sering merasa letih, penglihatan kabur, dan luka yang sulit sembuh. Gabungan beberapa gejala ini seharusnya menjadi sinyal untuk segera menjalani pemeriksaan kesehatan.
Deteksi dini diabetes sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan saraf, dan masalah pada mata. Perubahan gaya hidup yang sehat melalui pengaturan pola makan dan olahraga secara teratur sangat berperan dalam pengelolaan dan pencegahan diabetes.
Perlu dicatat bahwa tidak semua kasus sering buang air kecil di malam hari diakibatkan oleh diabetes. Masalah lain seperti infeksi saluran kemih, pembesaran prostat pada pria, atau konsumsi cairan yang berlebihan sebelum tidur juga dapat menjadi penyebabnya. Namun, tetap perlu waspada terhadap gejala yang muncul. (Alodoc/Halodoc/Puskesmas Meninting/Z-2)
Sering buang air kecil bisa disebabkan oleh kebiasaan, makanan, cairan, atau kondisi medis. Dengan tips di atas, frekuensi bisa dikontrol
Bahaya sering menahan buang air kecil memiliki berbagai risiko kesehatan yang muncul ketika seseorang terlalu sering menunda atau menahan keinginan untuk kencing.
Fenomena honeymoon cystitis baru-baru ini menjadi perbincangan di kalangan warganet, setelah seorang pengguna TikTok @dian_salma00 mengungkapkan pengalamannya.
Pembesaran prostat atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) kerap memunculkan keluhan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama pada pria berusia di atas 60 tahun.
Kesulitan buang air kecil atau retensi urine bisa menjadi tanda masalah serius pada kandung kemih, prostat, hingga saraf.
Untuk mengantisipasi dehidrasi akibat minum kopi, ia menyarankan untuk meminum air putih untuk menjaga organ tubuh terutama ginjal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved