Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERADAAN lalat di meja makan dipastikan mengganggu kenyamanan dan menimbulkan kekhawatiran akan kontaminasi makanan. Ahli Entomologi Kesehatan IPB University Susi Soviana menjelaskan, masalah ini erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan sekitar.
Ada berbagai jenis lalat yang sering ditemui di sekitar pemukiman, termasuk lalat rumah (Musca domestica) dan lalat hijau (Chrysomia megacephala).
Susi mengungkap, secara fakta, lalat tertarik pada bau busuk dari bahan organik yang membusuk atau mengalami fermentasi.
"Lalat rumah biasanya mendatangi meja makan karena lingkungannya kotor, terutama jika terdapat sampah organik yang tidak tertutup. Lalat tidak serta-merta hinggap di makanan tanpa adanya sesuatu yang menarik, yaitu bau dari bahan organik yang membusuk," ujarnya.
MI/HO--Ahli Entomologi Kesehatan IPB University Susi SovianaIa menuturkan, meja makan akan lebih aman dari gangguan lalat apabila makanan di atas meja tidak mengandung bahan yang berbau busuk atau hasil fermentasi.
Di samping itu, lalat juga enggan singgah jika lingkungan sekitar bersih dari sampah organik terbuka.
Terkait cara alami yang aman untuk mengusir lalat, dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University ini menegaskan bahwa faktor risiko utama harus dihilangkan terlebih dahulu.
"Sejauh ini, tidak ada metode alami yang seefektif alat fisik dalam mengusir lalat, seperti sapu lidi yang digoyangkan atau perangkap berperekat. Namun, alat-alat seperti itu kurang etis berada di sekitar meja makan," katanya.
Salah satu alat yang direkomendasikan adalah perangkap lalat elektrik atau electric fly trap.
"Alat ini menggunakan sinar ultraviolet (UV) untuk menarik lalat masuk ke dalam perangkap dan kemudian mati karena tersengat listrik," jelasnya.
Namun, Susi mengingatkan penempatan alat ini harus diperhatikan agar tidak berada di dekat pintu masuk rumah, karena justru bisa menarik lalat masuk ke dalam ruangan.
Selain itu, alat ini sebaiknya tidak diletakkan terlalu dekat dengan meja makan agar serpihan lalat yang mati tidak mengontaminasi makanan.
Lebih lanjut, ia juga membahas bahan kimia yang dikenal sebagai attractant, yaitu zat yang dapat menarik lalat ke dalam perangkap.
"Salah satu zat yang sering digunakan adalah Muscalure Cis 9 Tricosene, yang sebenarnya merupakan feromon lalat. Ada juga campuran telur, ragi, dan sodium bikarbonat yang menghasilkan bau busuk untuk menarik lalat," paparnya.
Meski demikian, ia menegaskan, jika lingkungan sekitar penuh dengan sampah organik yang berbau, makanan yang bersih pun tetap berisiko dihinggapi lalat.
"Sebab, pada hakikatnya lalat tertarik mendatangi bau busuk dari bahan organik yang bersifat mudah membusuk atau perishable. Selain untuk makan, lalat betina juga meletakkan telurnya di tempat tersebut," pungkasnya. (Z-1)
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved