Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) saat ini sedang menyusun program perguruan tinggi atau kampus berdampak. Dalam hal ini, perguruan tinggi diharapkan memiliki dampak yang nyata bagi masyarakat sekitar.
Untuk itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto sedang melakukan kunjungan ke berbagai perguruan tinggi yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk menyaring aspirasi mengenai program teranyar ini.
Seperti di Universitas Khairun yang terletak di Ternate, Maluku Utara, Brian mengapresiasi lokasi perguruan tinggi negeri tersebut yang tidak memiliki batasan dengan masyarakat.
“Kita ingin kampus secara aktif membangun budaya ilmiah unggul. Apalagi kampus Universitas Khairun berada di tengah-tengah masyarakat, tidak secara khusus. Sehingga dampak positif langsung itu sesungguhnya bisa dirasakan oleh masyarakat di sini. Jadi masyarakat terbuka masuk kampus,” ungkapnya saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Senin (21/4).
“Kami ingin mengusulkan juga perpustakaan terbuka untuk masyarakat karena dengan begitu masyarakat punya alternatif dalam mengembangkan kegemaran membaca. Budaya kita kan menonton dan mengobrol. Universitas yang ingin kita kembangkan seperti ini, yaitu berdampak bagi masyarakat. Harus kita buat seperti itu. Kita sedang ingin membujuk semua perpustakaan di universitas terbuka untuk umum. Karena buku membuat analisa seseorang menjadi tajam,” sambung Brian.
Lebih lanjut, Brian menambahkan bahwa dia berharap praktik lain yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi adalah membantu kajian untuk kebutuhan pemerintah daerah.
“Ini yang ingin kita dorong sehingga nantinya riset dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Intinya dampak itu nyata dibangun oleh kampus dan budaya ilmiah itu nyata didorong oleh kampus,” tegas Brian.
Selain itu, Kemdiktisaintek juga dikatakan sedang mengembangkan sistem mentorship, di mana program ini dapat membuat perguruan tinggi besar di Indonesia untuk memberikan mentoring bagi perguruan tinggi yang sedang berkembang.
“Jadi kita membuat mentorship, bagaimana kampus-kampus itu dibina atau dimentori untuk sama-sama maju. Jadi bukan karena yang satu maju dan yang satu tertinggal, tidak. Tapi semangatnya ada kolaborasi,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Rektor Universitas Khairun, Ridha Ajam mengapresiasi langkah Mendiktisaintek yang baru dua bulan menjabat sebagai menteri dan langsung melakukan kunjungan ke berbagai perguruan tinggi di daerah 3T.
Sementara itu, Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman menambahkan bahwa di Kota Ternate banyak berdiri perguruan tinggi baik negeri dan swasta yang masih berkembang.
“Pastinya dengan keberadaan perguruan tinggi, secara ekonomi memberikan sumbangsih luar biasa, khususnya ekonomi di wilayah kampus,” pungkasnya. (H-1)
Pada Februari 2025, jumlah perguruan tinggi di Indonesia, baik swasta maupun negeri, menurut BPS mencapai 2.937.
UNDIP dan UI bersama seluruh perguruan tinggi di Indonesia menyepakati pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan target Net Zero Emission Indonesia.
Para petani mendapatkan pelatihan pengoperasian dan perawatan traktor capung yang dirancang lebih hemat bahan bakar.
PERGURUAN Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) berupaya merealisasikan program pembangunan kampus terbaik dalam bidang Al-Qur’an sekaligus ilmu pengetahuan.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Zayyid Sulthan Rahman menegaskan mahasiswa tidak tinggal diam menghadapi potensi manipulasi demokrasi.
Zakat bukan hanya urusan ibadah, tapi juga instrumen peradaban. Maka, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan dan keadilan sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved