Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
EMPAT pemerintah daerah mengusulkan aset dan lahannya untuk dijadikan Sekolah Rakyat. Yaitu Jambi, Kabupaten Bungo, Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Deli Serdang.
Bahkan, Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Bupati Bungo Safrudin Dwi Apriyanto, Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur Muslimin Tanja, dan Sekda Kabupaten Deli Serdang Timur Tumanggor datang langsung ke Kemensos untuk mengawal pengajuannya.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menerima langsung ke empat kepala daerah tersebut. Ia mengatakan Sekolah Rakyat merupakan kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. "Saya minta dukungannya," kata Gus Ipul dilansir dari keterangan resmi, Jumat (18/4).
Ia menuturkan Sekolah Rakyat akan merekrut siswa hingga guru di tempat sekolah didirikan. Lalu, makan hingga seragamnya akan dibiayai negara. "Nanti (siswa) diajari dan dikasih gizi yang cukup," katanya.
Ia menyebutkan Sekolah Rakyat akan menampumg siswa dengan kapasitas 1.000 orang per sekolah untuk tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Jambi, Maulana mengaku sangat terharu saat membaca konsep Sekolah Rakyat. Ia pun mengusulkan tanah seluas 7 hektare untuk pendirian Sekolah Rakyat. "Kami menginginkan sekolah ini. Jadi, kami mohon untuk jadi prioritas untuk Jambi," katanya.
Ia mengatakan Jambi merupakan kota urban. Banyak warga daerah lain merantau dan kini menetap di Jambi. Lewat Sekolah Rakyat, ia berharap kemiskinan bisa berkurang.
KABUPATEN TERMISKIN
Sementara itu Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Muslimin Tanja mengatakan daerahnya merupakan kabupaten termiskin di Jambi. Indeks pembangunan manusia juga terendah se-Jambi. "Memang banyak faktor, daerah pesisir dan tingkat putus sekolah tinggi di antara kabupaten lain," katanya.
Ia berharap lewat program Sekolah Rakyat dengan fasilitas luar biasa, masyarakat miskin bisa mengakses sekolah. Ia sangat siap melaksanakan program ini. "Mengingat angka kemiskinan kami tinggi di sana, kami harap dapat menjadi prioritas utama untuk melaksanakan Sekolah Rakyat," katanya.
Ia telah menyiapkan tiga lokasi yang akan diusulkan menjadi Sekolah Rakyat. Lokasi tersebut terletak dekat kabupaten dan taman kota.
"Ada 80 hektare, 10 hektare, dan 6,7 hektare," katanya.
Muslimin menyebutkan lahan seluas 6,7 hektare merupakan bumi perkemahan yang dilengkapi bangunan. Saat ini bangunan tidak dimanfaatkan. "Semua sertifikat milik pemerintah, tinggal kemensos pilih mana yang mau dipakai. Kita minta arahan Pak Menteri," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Sekda Deli Serdang, Timur Tumanggor menyambut baik usulan Sekolah Rakyat. Pihaknya mengusulkan dua tempat untuk dijadikan sekolah. "Tim kami sedang desk di Kalibata," katanya.
Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat mengatakan saat ini masih akan mempersiapkan syarat yang diminta untuk pendirian Sekolah Rakyat. "Insya Allah kami langsung koordinasikan," katanya. (H-1)
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) akan berkolaborasi untuk mendorong kreativitas siswa Sekolah Rakyat melalui pengembangan ekonomi kreatif.
Sekolah Rakyat dirancang dengan pendekatan holistik untuk mengatasi kemiskinan ekstrem sekaligus menekan angka putus sekolah.
Kehadiran teknologi ini bukan hanya menandai langkah maju bagi Sekolah Rakyat, tetapi juga membuka babak baru bagi dunia pendidikan Indonesia.
Wamensos Agus Jabo Priyono menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Sebab, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program untuk memutus kemiskinan
Adapun 100 Sekolah Rakyat sudah beroperasi dan bulan depan ditargetkan 165 Sekolah Rakyat dapat direalisasikan.
"InsyaAllah, ini sejarah baru penanganan pendidikan buat saudara-saudara kita yang belum beruntung,"
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved