Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Lebaran, banyak orang mengalami peningkatan pengeluaran keuangan. Untuk mengantisipasi hal itu, dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University Istiqlaliyah Muflikhati memberikan sejumlah langkah penting terkait pengelolaan keuangan yang baik.
Ia menjelaskan, perlunya membuat rencana anggaran dengan skala prioritas, mulai dari yang paling penting.
"Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat anggaran dengan cara mengidentifikasi kebutuhan. Lalu diurutkan mulai dari yang utama (primer) sampai yang kurang penting. Contohnya, zakat fitrah, zakat mal, transportasi dan kebutuhan mudik atau silaturahim, sampai tunjangan hari raya (THR) untuk keluarga dan kue lebaran," tuturnya.
Setelah itu, lanjut dia, barulah menyiapkan daftar kebutuhan sekunder. Misalnya baju lebaran, dekorasi rumah atau kesenangan lain seperti rekreasi ke tempat hiburan bersama keluarga.

"Anggaran tentunya harus mempertimbangkan kondisi keuangan. Sebisa mungkin hindari utang," tegasnya.
Ia juga menerangkan cara terbaik untuk mengalokasikan THR agar tidak cepat habis untuk kebutuhan lebaran.
"Setiap kita menerima uang masuk (pendapatan) termasuk THR, sebaiknya dialokasikan untuk 3S, yaitu spending (konsumsi/belanja), saving (menabung), dan sharing (infaq/berbagi)," jelas Dr Istiqlaliyah.
"Jadi, usahakan untuk tidak dibelanjakan semua. THR digunakan untuk menambah anggaran belanja lebaran yang sudah direncanakan. Jika perlu membawa oleh-oleh jangan berlebihan," pesannya.
Untuk menghemat, bisa juga memilih barang-barang yang sedang ada diskon. Namun, ia menegaskan, jangan mudah tergiur dengan diskon terhadap barang-barang yang tidak dibutuhkan.
"Perlu diingat, dahulukan memenuhi kebutuhan, bukan keinginan," tegasnya.
Dr Istiqlaliyah juga memaparkan beberapa strategi untuk menghindari pengeluaran impulsif saat berbelanja kebutuhan lebaran, yaitu:
Ia kembali menegaskan, "Hindari utang dan sisihkan dana untuk pasca-Lebaran. Jangan sampai setelah Lebaran bingung karena tidak ada simpanan." (Z-1)
Program “Mudik ke Jakarta” disambut positif, ditandai lonjakan pengunjung wisata hingga ratusan ribu serta peningkatan signifikan pengguna MRT dan LRT saat Lebaran.
Jakarta Immersive Festival menyuguhkan gabungan instalasi cahaya, seni visual kontemporer, dan nuansa spiritual.
Jumlah tersebut baru mencapai 50,16% dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan akan kembali ke Jabotabek hingga 31 Maret mendatang.
Berdasarkan data PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) hingga pukul 23.46 WIB, tercatat sebanyak 85.453 kendaraan telah melintasi GT Cikatama menuju arah Jakarta.
Kenaikan harga ini menurutnya karena tingginya permintaan sementara stoknya minim.
GURU Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam mengungkapkan terdapat beberapa penyakit yang sering muncul setelah lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved