Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BERMAIN di bawah hujan seringkali menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Namun, para pakar kesehatan memperingatkan orang tua tentang berbagai risiko kesehatan yang mengintai saat anak-anak asyik bermain hujan-hujanan. Oleh karena itu, perlunya kehati-hatian dalam membiarkan mereka beraktivitas di tengah hujan sangatlah penting.
Air hujan dapat mengandung polutan dan mikroorganisme berbahaya yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Polutan tersebut berasal dari pencemaran udara yang tertangkap di atmosfer dan terbawa turun saat hujan. Ketika anak bermain dalam hujan, ada kemungkinan air hujan yang terkontaminasi ini masuk ke dalam tubuh mereka melalui mata, hidung, atau mulut, yang bisa menyebabkan penyakit pada kulit, infeksi saluran pernapasan, bahkan gangguan pencernaan.
Selain itu, suhu dingin saat hujan juga dapat menambah risiko hipotermia, yaitu penurunan suhu tubuh yang drastis. Hal ini terutama berbahaya bagi anak-anak di bawah usia lima tahun yang sistem kekebalan tubuhnya masih rentan. Jika suhu tubuh mereka turun di bawah batas normal, mereka bisa mengalami gejala seperti gemetar, lemas, kulit menjadi pucat, dan kesulitan bernapas. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, dapat berakibat serius bagi kesehatan anak.
Meskipun anak-anak boleh bermain hujan, terdapat beberapa kondisi yang harus diperhatikan. Jika hujan sangat deras dan cuaca terasa dingin, maka risikonya untuk jatuh sakit pun semakin tinggi. Selain hipotermia, risiko lainnya akibat bermain di bawah hujan adalah flu, batuk, demam, dan radang tenggorokan. Semua ini dipicu oleh paparan udara dingin yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh anak, membuat mereka lebih rentan terhadap serangan virus dan bakteri.
Untuk meminimalkan risiko bermain hujan, orang tua sebaiknya memastikan anak mengenakan pakaian yang sesuai, seperti jaket atau baju hangat, setelah mereka selesai bermain. Segera mandikan anak dengan air hangat dan pastikan tubuh mereka benar-benar kering sebelum memakai pakaian bersih. Selain itu, berikan juga makanan bergizi dan minuman hangat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh mereka.
Para ahli menekankan bahwa kehati-hatian adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan anak saat bermain di bawah hujan. Jika anak ingin menikmati rintik hujan, pastikan waktu bermain tidak terlalu lama dan tubuh mereka tetap hangat setelahnya. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko kesehatan akibat bermain di hujan dapat diminimalkan. Selalu awasi kondisi anak setelah mereka bermain hujan; jika muncul gejala tidak sehat, segera berikan perawatan yang tepat atau konsultasikan dengan tenaga medis.
(Ant/IHC Telemed/H-3)
Terapi genetik zorevunersen menunjukkan hasil luar biasa bagi anak dengan epilepsi langka Dravet Syndrome. Kejang berkurang drastis dan kualitas hidup meningkat.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Studi terbaru mengungkap bayi lahir tahun 2003-2006 terpapar lebih banyak zat kimia PFAS daripada dugaan semula.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama organisasi profesi dan akademisi menyoroti mutasi dan pemberhentian empat dokter spesialis anak yang dinilai tidak berdasar.
MULAI 2027 atau tahun depan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan vaksin human papillomavirus atau vaksin HPV untuk anak laki-laki usia 11 tahun.
Peneliti ungkap tanaman pangan seperti pisang dan kakao di wilayah bekas bencana tambang Brasil serap logam berat beracun. Anak-anak di bawah enam tahun paling berisiko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved