Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN asuransi, Manulife Indonesia, bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) meluncurkan Proteksi Prima Kritis Andalan (PPKA), sebuah produk asuransi untuk perlindungan penyakit kritis seperti jantung, stroke, kanker, dan gagal ginjal.
Wakil Presiden Direktur dan Deputy CEO Manulife Indonesia Novita Rumngangun menjelaskan, nasabah akan mendapatkan perlindungan berupa uang pertanggungan dan pengembalian total premi yang telah dibayarkan jika terdiagnosa mengidap salah satu dari empat penyakit tersebut. Hal itu untuk membantu kesiapan nasabah menghadapi tantangan kesehatan ke depan.
"Biasanya kalau yang namanya penyakit kritis ini harus banyak mengeluarkan dana. Dengan adanya premi kembali, ini akan memberikan ketenangan jiwa kepada nasabah," ujarnya di Jakarta, Senin (10/3).
Adapun premi dapat dibayarkan selama 5-8 tahun dengan pemberian proteksi mencapai 20 tahun.
Novita menuturkan, selain empat penyakit kritis tersebut, nasabah yang dirawat di unit perawatan intensif (intensive care unit/ICU) minimal 5 hari karena penyakit lain juga mendapatkan uang pertanggungan sebesar 25%.
"Apabila nasabah masuk ICU lebih dari 5 hari karena penyakit apapun maka ditanggung 25% dari seluruh uang pertanggungan atau maksimal sebesar Rp250 juta," ungkapnya.
Novita menegaskan pentingnya Proteksi Prima Kritis Andalan untuk memberikan perlindungan finansial bagi masyarakat. Pasalnya, berdasakan Survei Manulife Asia Care 2024, 67% responden menyatakan khawatir mengelola keuangan mereka di tengah kenaikan biaya perawatan kesehatan.
Menurut data BPJS, biaya pengobatan penyakit katastropik termasuk penyakit jantung, kanker, stroke, gagal ginjal yang ditanggung BPJS Kesehatan pada 2022 hampir mencapai Rp24,1 triliun, meningkat 34,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski biaya pengobatan tersebut ditanggung BPJS, pasien masih menghadapi beban ekonomi karena perubahan gaya hidup setelah terdiagnosis penyakit kritis.
"Dengan adanya premi kembali dalam Proteksi Prima Kritis Andalan, nasabah tidak dirugikan. Produk asuransi adalah sesuatu yang harus dimiliki apabila orang tersebut mampu," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Consumer Funding & Wealth Business Head PT Bank Danamon Indonesia Ivan Jaya menyebut, produk asuransi Proteksi Prima Kritis Andalan berupaya mendukung persiapan keuangan nasabah jika terjadi hal yang tidak diinginkan, yakni divonis mengidap penyakit kritis tersebut.
"Dengan PPKA ini, kami membantu menyediakan perlindungan pada nasabah untuk memastikan agar nasabah tidak menghadapi kesulitan keuangan setelah terdiagnosis penyakit kritis," ucapnya. (E-1)
PT Bank Danamon Indonesia membukukan total kredit dan trade finance konsolidasi sebesar Rp195,7 triliun di sepanjang semeseter pertama 2025.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan MUFG Bank, Ltd. yang merupakan bagian dari Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. berkolaborasi mendukung pekerja Indonesia yang akan bekerja di Jepang.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) meluncurkan kembali Kartu Danamon American Express® Gold yang telah dilengkapi dengan ragam reward baru untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
Situasi ini mendorong berbagai pihak di sektor jasa keuangan untuk merespons tantangan akses perlindungan kesehatan.
Indonesia membutuhkan sistem kesehatan yang berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan kapital.
Selebritas sekaligus penyintas kanker Shahnaz Haque berbagi pengalaman.
PRUDENTIAL Indonesia dan Prudential Syariah secara resmi merilis temuan survei bekerja sama dengan Economist Impact.
produk asuransi kesehatan tambahan yang memberikan proteksi kesehatan sesuai tagihan dengan fitur unik No Claim Discount dan No Claim Bonus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved