Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KOTA Bengkulu, Provinsi Bengkulu, telah dinyatakan zero kasus atau wilayahnya tersebut bebas dari malaria sejak empat tahun terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani di Bengkulu, mengatakan, Kota Bengkulu, telah tereliminasi dari kasus malaria, atau yang dikenal dengan istilah zero kasus.
"Jika ada kasus malaria yang terjadi, itu disebabkan oleh penularan yang berasal dari luar daerah," katanya.
Kota Bengkulu, lanjut dia, telah dinyatakan bebas malaria dan tetap waspada terhadap potensi penularan dari luar daerah. Sebagai buktinya, Dinkes telah menerima sertifikat eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan RI pada 9 Maret 2020 lalu.
Sertifikat ini menjadi tanda bahwa Kota Bengkulu, telah berhasil mengendalikan penyebaran penyakit malaria.
"Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina," imbuhnya.
Nyamuk ini, kata dia, aktif menggigit pada malam hari dan dapat menyebabkan infeksi serius yang menyerang sel darah merah setelah berkembang biak di organ hati. (S-1)
Nyamuk dikenal sebagai serangga penghisap darah dan sering dianggap hama karena dapat menularkan berbagai penyakit berbahaya pada manusia maupun hewan.
Dalam studi yang dipublikasikan di Nature Communications, terungkap bahwa respons indra penciuman nyamuk sangat dipengaruhi oleh isyarat visual berupa warna.
Ternyata ada cara unik selain menggunakan obat anti nyamuk untuk mengusir nyamuk dirumah, yakni salah satunya dengan warna.
Chikungunya jarang berakibat fatal dan virus yang dibawa oleh nyamuk ini tidak menyebar melalui udara.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, pencegahan agar nyamuk tidak berkembang biak dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip 3M Plus dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved