Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengemukakan bahwa inisiatif warga dalam menangani sampah di kawasan wisata Monkey Forest mendukung upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di wilayah Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.
"Kesadaran masyarakat Desa Padangtegal dalam mengolah sampah menjadi kompos ini merupakan upaya nyata mewujudkan pariwisata berkelanjutan," kata Ni Luh usai mengunjungi Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal di Kawasan Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Sabtu (18/1).
Sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi kementerian di Jakarta, Minggu (20/1), ia mengatakan bahwa usaha pengolahan sampah di Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal bermanfaat bagi lingkungan dan usaha pertanian masyarakat serta menunjang upaya pengembangan wisata berkelanjutan.
Ia menyampaikan bahwa upaya penanganan sampah di Desa Adat Padangtegal lahir dari inisiatif warga dan didukung oleh pemerintah desa. "Desa juga mensubsidi masyarakatnya terkait dengan pembiayaan sampah. Kecuali (kuota sampah) melebihi batas yang sudah ditentukan," kata Ni Luh.
Perwakilan pengelola Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal Ni Wayan Anggie Giovanda menjelaskan upaya pengolahan sampah di Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal dilakukan sejak Februari 2012.
"Pengelolaan sampahnya bermula dari sumber (sampah). Jadi, dari sumber mereka sudah harus memilah sampah, sampai di sini kita kelola dan kita olah dengan bertanggung jawab," kata Anggie.
Sampah yang diolah di Rumah Kompos berasal dari berbagai sumber, salah satunya dari kawasan Monkey Forest. (S-1)
Berkat upaya kepala desa sebelumnya, aktivitas penambangan dihentikan dan lahan direklamasi hingga kembali seperti semula, lalu dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis pertanian
Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025 adalah ajang apresiasi bagi pelaku pariwisata yang telah berkontribusi memajukan pariwisata Indonesia.
Program Belanja di Indonesia Aja (BINA Indonesia Great Sale) 2025 diluncurkan sebagai gerakan nasional untuk memperkuat industri ritel dan mendorong wisata belanja.
Kemenpar menggelar Wonderful Indonesia Co-Branding Forum (WICF) 2025 untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam promosi pariwisata nasional.
Program ini mencakup pelatihan keterampilan, literasi kewirausahaan, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja pariwisata.
Kemenpar dan FKD-MPU juga mendorong para anggotanya untuk menjadikan program pariwisata berkualitas dan berkelanjutan sebagai prioritas hingga 2029 mendatang.
Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI mendorong NTB menjadi etalase pariwisata berkelanjutan dan energi bersih global melalui Forum Sinergi 2025.
Kemenpar menekankan, pariwisata yang baik adalah pariwisata yang menjaga lingkungan, melestarikan budaya, dan memakmurkan masyarakat.
DESA Wisata Pentingsari yang berada di lereng Gunung Merapi tak cuma menawarkan pesona lanskapnya.
UII percaya bahwa pariwisata berkelanjutan bukan hanya tentang pelestarian alam, tetapi juga soal membangun hubungan lintas budaya yang saling menghargai.
Windrawan menyoroti keunggulan sektor pariwisata sebagai pelopor karena visibilitasnya yang tinggi dan daya tariknya bagi publik.
Peringatan Hari Bumi Internasional sebagai momentum penting untuk mengingatkan akan tanggung jawab menjaga kelestarian planet yang kita tinggali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved