Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir masih menggenangi sejumlah wilayah hingga Kamis (16/1) malam, yakni banjir di Kabupaten Kampar, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Majalengka.
Banjir di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau sejak Selasa (14/1) menggenang di empat desa, yakni Desa Sahilan Darussalam, Gunung Sahilan, dan Subarak di Kecamatan Gunung Sahilan, serta Desa Mentulik di Kecamatan Kampar Kiri Hilir.
“Tercatat total sebanyak 424 rumah warga terdampak banjir di dua kecamatan tersebut. Petugas masih berjaga karena ketinggian air fluktuatif, intensitas hujan masih cukup tinggi yang dapat mengakibatkan luapan air terjadi kembali,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (17/1).
Sementara wilayah Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan masih tergenang banjir hingga tadi malam. Wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Cintapuri Darussalam (1.071 KK), Gambut (14 KK), Sungai Tabuk (150 KK), dan Astambul yang masih dalam pendataan. Selain itu sebanyak total 45 fasilitas umum, tempat ibadah, fasilitas pendidikan, kesehatan hingga kantor desa juga terdampak.
Kemudian wilayah terakhir yang masih tergenang banjir adalah Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Majalengka melaporkan pada Kamis (16/1) pagi, air kembali meluap dengan tinggi muka air (TMA) hingga 60 cm.
Tercatat 51 rumah warga dan 235 hektar sawah terendam banjir serta 5 titik tanggul jebol. Petugas di lapangan fokus pada penanggulangan tanggul jebol dan pendataan korban terdampak.
Sementara itu beberapa wilayah telah memutakhirkan laporan terkininya bahwa banjir di wilayahnya telah surut, yakni BPBD Kab. Pekalongan, BPBD Kab. Subang, BPPD Kab. Deli Serdang, BPBD Kab. Brebes, BPBD Kota Medan, BPBD Kab. Pidie, serta BPBD Kab. Cilacap.
Meski banjir telah surut, BNPB terus mengimbau kepada pemerintah daerah setempat untuk selalu waspada terhadap potensi banjir susulan dan penyakit yang dapat menyerang warga pasca banjir.
“Kepada masyarakat di wilayah rawan bencana, agar mempersiapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air, pakaian, serta obat-obatan. Ikuti arahan petugas yang berada di lapangan dan pastikan keselamatan diri dan keluarga tetap menjadi prioritas. Hindari penyebaran informasi tidak jelas dan pastikan sumber informasi berasal dari pihak yang terpercaya,” tutup Muhari. (S-1)
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved