Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PAMERAN koleksi tumbler di Numeric Gallery, Muara Karang, Pluit, Jakarta, yang berlangsung pada 11–26 Januari 2025, bukan eksibisi biasa. Acara bertajuk Tumbler Collection Exhibition ini menampilkan lebih dari 1.000 tumbler yang berasal dari berbagai belahan dunia.
Jumlah tersebut mengukuhkan pemilik koleksi, Temy Setiawan, sebagai pemegang rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI) pada 2025. Sebelumnya pada 2024, Temy juga mendapatkan penghargaan rekor MURI sebagai penulis buku terbanyak untuk akuntansi, manajemen dan keuangan.
Melalui keterangan resmi, Temy Setiawan mengutarakan koleksi tersebut memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak 2003. Saat itu, Temy membeli tumbler pertamanya. Apa yang dimulai sebagai hobi sederhana kemudian tumbuh menjadi passion yang terus ditekuni. Selama lebih dari dua dekade, koleksi tumbler Temy bertambah melalui pembelian pribadi serta pemberian dari kerabat dan teman, baik di dalam maupun luar negeri.
Hingga kini, koleksinya telah mencapai angka fantastis 1.000 tumbler. Namun, koleksi ini tidak hanya sekadar angka atau penghargaan.
"Di balik setiap tumbler, ada cerita yang mencerminkan dedikasi dan komitmen terhadap sesuatu yang bermakna. Tidak hanya mengoleksi tumbler sebagai barang estetik atau praktis, tetapi juga sebagai simbol dukungan terhadap kelestarian lingkungan," ujar Temy yang merupakan dosen Universitas Bunda Mulia tersebut.
Tumbler-tumbler tersebut menggambarkan pentingnya upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan gelas sekali pakai yang sering berakhir mencemari bumi.
Pameran ini dirancang untuk lebih dari sekadar memperlihatkan koleksi. Pengunjung dapat menikmati berbagai pengalaman menarik, seperti spot foto unik, door prize untuk pengunjung beruntung, dan mendapatkan suvenir eksklusif.
"Semua elemen ini bertujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi, khususnya generasi muda, tentang pentingnya fokus, persistensi, dan kontribusi kecil bagi lingkungan," tegasnya.
Tumbler Collection Exhibition bukan hanya bentuk perayaan hobi, tetapi juga sebuah ajakan untuk melihat bagaimana sesuatu yang sederhana dapat menciptakan dampak besar. Melalui koleksi ini, Temy mengirimkan pesan bahwa sebuah hobi bisa menjadi lebih bermakna jika dilakukan dengan sepenuh hati dan diarahkan pada tujuan yang positif.
Pameran ini terbuka hingga 26 Januari 2025 berkesempatan untuk menyaksikan koleksi tumbler sekaligus mendapatkan inspirasi dari perjalanan panjang seorang kolektor yang menjadikan hobinya sebagai kontribusi nyata bagi lingkungan.(H-2)
Sebanyak 6.000 penari berkumpul dalam keselarasan gerak yang memukau untuk membawakan Tari Zapin Masal di Pekanbaru, Riau.
Melalui Gerakan Jambi Berpantun, daerah ini berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai pemilik kumpulan pantun terbanyak di Indonesia.
Mengusung tema Mengembalikan Nafas Falgali, Festival Koropon 2025 berhasil mencatatkan sejarah baru dengan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).
GEREJA St. Maria Goreti resmi ditahbiskan setelah dibangun selama empat bulan melalui dukungan Himpunan Bersatu Teguh (HBT) bersama umat setempat.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih Rekor Muri sebagai instansi dengan “Implementasi Pemetaan Talenta PNS dan CPNS Terbanyak di Indonesia”.
Gerakan Tabola Bale yang mencerminkan kebudayaan Nusantara dikoreografikan secara khusus sehingga dapat dilakukan secara massal, tanpa kehilangan nilai estetik dan kekompakannya.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan bisnis serta perdagangan Indonesia–Tiongkok, khususnya di sektor consumer goods dan produk gaya hidup.
Tumbler kini bukan sekadar wadah minum, tetapi juga simbol gaya hidup dan status. Di dunia luxury goods, beberapa tumbler dibanderol dengan harga selangit.
PT Kereta Api Indonesia melakukan proses mediasi antara petugas passenger service Stasiun Rangkasbitung dan salah satu pengguna Commuter Line.
Bunyi pengumuman itu berbunyi, “Adapun barang berharga lainnya, seperti tumbler. Diimbau untuk yang membawa tumbler agar selalu menjaga barang bawaannya,”
Dalam video permintaan maaf yang beredar, keduanya mengaku sadar bahwa tindakan serta ucapan mereka telah menimbulkan kerugian bagi banyak pihak.
Kasus ini bermula dari unggahan seorang penumpang yang mengaku kehilangan tumbler Tuku miliknya setelah tertinggal di gerbong KRL.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved