Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup memprediksi adanya potensi timbulan sampah tambahan sekitar 55,3 juta kilogram dari aktivitas di ruang publik di masa perayaan Natal dan tahun baru 2025 selama dua minggu.
Sebagai informasi, berdasarkan data hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, tahun lalu pergerakan masyarakat pada masa libur Natal tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 mencapai 110,67 juta orang.
“Potensi meningkatnya timbulan sampah ini bisa terjadi apabila dalam berbagai aktivitas selalu menggunakan barang dan kemasan yang sifatnya sekali pakai dan tidak mudah dikelola,” kata KLH dalam keterangannya, Selasa (24/12).
Untuk itu, KLH telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri terkait pedoman pengelolaan sampah untuk Perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, yang dapat menjadi panduan bagi Pemerintah Daerah. KLH meminta pemerintah daerah untuk mengimbau, memfasilitasi dan mengawasi penanganan sampah pada jalur utama libur Nataru serta daerah penyangga.
Dalam aturan itu, pemerintah daerah diminta untuk mengelola sampah di tempat pelayanan publik seperti terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan laut, pelabuhan penyeberangan dan bandar udara setempat.
Pemerintah daerah juga diminta untuk menyediakan fasilitas tempat sampah terpilah untuk sampah sisa makanan, sampah kemasan plastik, sampah masker serta sampah yang tidak dapat dimanfaatkan pada titik-titik istirahat serta melaksanakan pengangkutan dan pemrosesan sampah menyesuaikan dengan jenis dan jumlah timbulan sampah.
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat mengantisipasi kesulitan masyarakat yang berlibur dalam membuang sampah terutama akibat antrean kendaraan di rest area dengan melaksanakan pengumpuan sampah dengan menjemput sampah dalam wadah terpilah.
KLH turut meminta pemerintah daerah mendirikan tenda khusus berupa stasiun penampungan sampah yang terpilah untuk sampah makanan dan sampah kemasan plastik untuk memudahkan proses penanganan sekaligus sebagai media edukasi bagi masyarakat.
Pemerintah daerah kemudian diminta untuk mengajak masyarakat mnggunakan peralatan makan dan minum guna ulang dalam bentuk poster, iklan layanan masyarakat di media massa termasuk media sosial, spanduk, baliho serta bentuk media lainnya yang dikomunikasikan kepada maysarakat sejak H-5 sebelum Libur Natal dan Tahun Baru 2025.
Lebih lanjut, Pemerintah daerah diminta menyediakan posko dan membentuk satuan tugas khusus untuk penanganan sampah libur natal dan tahun baru di Kabupaten/Kota untuk mengantisipasi adanya penumpukan sampah di area tertentu yang harus segera ditangani selama masa liburan.
KLH juga meminta pemerintah daerah menugaska. Unit lapangan organisasi Perangkat Daerah (OPD) penanggungjawab urusan lingkungan hidup, untuk mengelola sampah lebih lanjut bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.
Terakhir, pemerintah daerah diminta melakukan perekaman data sampah yang telah dikelola ke dalam database Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup. (H-2)
Libur Natal dan Tahun Baru kerap dimanfaatkan untuk melakukan perjalanan darat atau road trip bersama keluarga maupun orang terdekat.
Kantor imigrasi tetap membuka pelayanan paspor secara terbatas pada hari libur Natal dan Tahun Baru, khusus bagi masyarakat dengan kebutuhan mendesak.
Lonjakan kunjungan wisatawan terjadi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Momen libur Natal dan Tahun Baru menjadi waktu yang tepat untuk bersantai di rumah sambil menikmati berbagai tontonan menarik.
Tingkat keterisian kursi atau okupansi selama masa nataru mencapai hingga 65%, terutama pada layanan antarkota dan pemadu moda.
Berbagai fasilitas pendukung telah disediakan, antara lain ruang laktasi, toilet khusus perempuan dan anak, ruang bermain anak, serta fitur KAI Female Seat Map
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved