Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

89 Ribu Wisatawan Serbu Objek Wisata Lamongan Selama Libur Nataru 2025

M Yakub
30/12/2025 20:42
89 Ribu Wisatawan Serbu Objek Wisata Lamongan Selama Libur Nataru 2025
Lonjakan kunjungan wisatawan terjadi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.(Dok. M Yakub)

Lonjakan kunjungan wisatawan terjadi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Tercatat sebanyak 89.950 wisatawan memadati berbagai objek wisata di Lamongan dalam dua pekan terakhir, dengan mayoritas kunjungan terpusat di kawasan pesisir Pantura.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Siti Rubikah, mengatakan dari total kunjungan tersebut, 87.257 wisatawan memilih destinasi wisata yang berada di wilayah Pantura utara Lamongan.

“Berdasarkan akumulasi data kunjungan selama libur Nataru 2025, destinasi wisata di wilayah Pantura masih menjadi primadona. Wilayah ini menawarkan ragam wisata lengkap, mulai dari wisata alam, religi, edukasi hingga wisata fantasi,” ujar Rubikah, Selasa (30/12/2025).

Data Disparbud Lamongan mencatat kunjungan wisatawan berlangsung selama periode 13 hingga 25 Desember 2025. Beberapa destinasi mencatat angka kunjungan signifikan, terutama wisata religi.

Wisata religi Makam Maulana Ishaq di Kecamatan Paciran menjadi destinasi terpadat dengan 36.844 wisatawan, disusul Makam Sunan Drajat yang dikunjungi 33.646 wisatawan. Sementara itu, Goa Maharani Zoo menarik 9.457 wisatawan, Pantai Klayar dikunjungi 6.851 wisatawan, dan Desa Wisata Pantai Kutang mencatat 459 kunjungan.

Rubikah menilai tingginya kunjungan wisatawan ke kawasan Pantura tak lepas dari kemudahan akses transportasi. Salah satunya dengan beroperasinya Bus Trans Jatim Koridor IV Joko Tingkir yang menghubungkan Paciran–Lamongan hingga Terminal Bunder, Gresik, sejak Agustus 2024.

“Selain itu, pada Oktober 2025 juga telah diluncurkan Bus Trans Jatim Koridor VII yang menghubungkan Terminal Lamongan hingga Terminal Paciran. Akses transportasi yang semakin mudah tentu berdampak positif bagi sektor pariwisata,” jelasnya.

Meski demikian, Rubikah menegaskan destinasi wisata di wilayah non-Pantura tetap memiliki daya tarik tersendiri. Di antaranya wisata sejarah Makam Nyi Andong Sari di Kecamatan Ngimbang, Wisata Edukasi Gondang Outbond (Wego) di Kecamatan Sugiyo, serta Istana Gunung Mas 27 di Kecamatan Mantup yang menawarkan konsep wisata keluarga dengan arsitektur unik perpaduan Jawa dan Tiongkok.

“Potensi wisata Lamongan tersebar merata. Ke depan, kami terus mendorong pengembangan dan promosi agar kunjungan wisatawan semakin meningkat di seluruh wilayah,” pungkasnya.

(M. Yakub/YK)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya