Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
EMOSI yang dikeluarkan saat berbicara menjadikan poin yang tidak bisa digantikan oleh siapapun apalagi kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (AI).
"Saya selalu percaya bahasa manusia tidak bisa digantikan oleh AI karena aplikasi secanggih apapun dan algoritma yang mendekati manusia berbicara maka tidak akan menggantikan bahasa manusia," kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Endang Aminudin Aziz dalam bincang buku Renjana #2 di Perpustakaan Baca Di Tebet, Jakarta, Sabtu (21/12).
Diketahui Endang masuk dalam 100 tokoh paling berpengaruh di bidang kecerdasan buatan pada tahun 2024 oleh majalah TIME. Endang dinilai berperan dalam penyelamatan lebih dari 700 bahasa daerah di Indonesia memanfaatkan Large Language Models atau sistem AI.
"Saya bukan ahli AI, tapi saya ahli bahasa. Ketika saya masuk ke penghargaan dari majalah TIME, mereka bilang dibutuhkan orang dengan pikiran unik, pelestarian bahasa ini salah satu pikiran unik yang tidak dipikirkan oleh orang lain," ujar dia.
Endang menilai bahwa peran AI dalam kehidupan sehari-hari hanya sebaai pendukung agar lebih praktis bukan untuk menggantikan peran manusia secara keseluruhan apalagi mengganti bahasa.
"Jadi saya garis bawahi AI hanya alat dukung untuk cari informasi tapi penyaringan tetap di manusia sehingga harus tingkatkan literasi kita," ujarnya.
Di setiap bahasa memiliki ejaan atau kaidah penulisan yang tidak dimiliki oleh AI secara utuh. Ejaan merupakan entitas bahasa memerlukan pembakuan yang didasarkan pembakuan deskriptif yang dihimpun secara luas oleh penggunanya.
"Ejaan penting menjadi kecerdasan seseorang. Jadi menurut saya ejaan itu diperlukan dan menandakan kecermatan seseorang dalam berpikir. Kalau kita mau menulis menyampaikan sesuatu jangan terbelenggu dengan ejaan, jadi keluarkan semua idenya lalu baru menyuntingmya sehingga akan muncul ide baru," jelasnya.
"Jadi jangan takut dengan ejaan keluarkan seluruh gagasan lalu diperhalus struktur dan pikiran kita dengan ejaan," pungkasnya. (H-2)
MENAG Nasaruddin Umar, berbicara tentang ekotelogi serta peran agama dan kesadaran kemanusiaan di era Artificial Intelligence (AI) pada konferensi internasional yang berlangsung di Mesir.
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Pada 2025, jumlah pengguna PLN Mobile melonjak drastis hingga melampaui 50 juta pengunduh dan total transaksi tahunan lebih dari 30 juta transaksi.
Marhaenisme sebagai ideologi organisasi tidak boleh anti-teknologi. Sebaliknya, teknologi harus dikendalikan oleh nilai-nilai ideologis untuk kepentingan rakyat kecil.
Inilah paradoks utama media massa di era AI.
Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved