Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi digital untuk hal-hal positif, seperti yang dilakukan di Kampung Cyber, Kota Yagyakarta. Hal itu disampaikannya saat kunjungannya di Yogyakarta, yaitu di Kampung Cyber, SMM Yogyakarta, dan Universitas Gadjah Mada, Rabu (11/12).
Di kampung ini, warga memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan perekonomian dan melestarikan budaya. “Kampung ini luar biasa karena berangkat dari budaya dan guyup rukun atau kebersamaan. Narasi budaya dapat memperkuat daya tarik produk UMKM dan mendukung pelestariannya di era digital,” terang dia, Rabu (11/12).
Pihaknya pun berkomitmen untuk mendukung literasi digital agar pemanfaatan teknologi informasi semakin berkembang melalui pelatihan-pelatihan. Kementerian Komunikasi dan Digital berencana menyelenggarakan pelatihan intensif pada tahun depan, yang mencakup pelatihan pembuatan website, startup, hingga pendampingan bisnis akselerator. Pelaku e-commerce besar juga akan dilibatkan untuk memberikan pelatihan.
Ia juga menegaskan, perkembanhan kecerdasan artifisial (AI) harus bisa dimanfaatkan untuk mempermudah manusia. Misalnya, AI bisa bisa membantu untuk meningkatkan strategi pemasaran lewat fitur konsultasi strategi bisnis.
Di UGM ia pun mengatakan, AI bukan lagi masa depan, tetapi sudah kita alami saat ini. Bahkan, Indonesia menjadi pengguna AI terbanyak nomor tiga di dunia.
AI peluang baru. Bukan ancaman, tetapi peluang. Ini keyakinan kita. Ia pun menyatakan, AI bukan menggantikan. Manusia, tetapi emperbesar kemanfaatan kita sebagai manusia.
"Dengan AI, kita semua dapat mengambil momentum dalam mempercepat inovasi," terang dia.
Di sisi lain, Meutya juga mengakui, ada ekses negatif dari perkembangan teknologi. Hal tersebut juga disampaikan oleh salah seorang warga, yaitu terkait judi online dan pornografi.
Untuk itu, ia pun mengatakan, pentingnya pendampingan dari orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat luas untuk pengawasan konten tersebut.
Plt Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Alexander Sabar menambahkan, pengawasan tersebut membutuhkan kerja sama antara pihak sekolah dan luar sekolah. Komdigi memilili website yang bisa dimanfaatkan untuk aduan.
Pihaknya juga menjadikan pengawasan konten berbahaya di ruang digital untuk anak-anak menjadi perhatian. "Saya kira fasilitas untuk mengontrol itu sebenarnya ada di beberapa aplikasi untuk itu," tutup dia. (H-2)
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Sidang perdana kasus kecanduan media sosial dimulai di California. Meta dan YouTube dituduh sengaja merancang platform yang merusak otak anak.
Alphabet (Google) berencana menghimpun dana melalui obligasi untuk mendanai infrastruktur AI.
Sedang viral! Tren Caricature of Me and My Job bikin karikatur profesi pakai ChatGPT. Ini cara mudah dan prompt yang dipakai.
Penulis KBM App manfaatkan teknologi AI sebagai asisten pribadi di Korea Selatan, mulai dari deteksi kandungan halal hingga terjemahan bahasa Hangeul secara real-time.
SAP SE (NYSE: SAP) mengumumkan dua penunjukan kepemimpinan strategis yang bertujuan mempercepat pertumbuhan bisnis ekonomi digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
SAP SE (NYSE: SAP) mengumumkan dua penunjukan kepemimpinan strategis yang bertujuan mempercepat pertumbuhan bisnis ekonomi digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
DI tengah gempuran outcome artificial intelligence, otomatisasi, dan disrupsi digital, banyak yang meragukan masa depan profesi akuntan publik.
Kehadiran infrastruktur AI lokal memungkinkan institusi kesehatan untuk mengembangkan inovasi digital secara berkelanjutan tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kepercayaan publik.
PERUBAHAN sering bergerak seperti arus di laut dalam; tak tampak di permukaan, tapi cepat dan kuat menentukan arah.
Tanpa pengawasan yang tepat, agen AI yang mampu mengambil keputusan dan memproses data sensitif secara mandiri dapat memicu kerusakan fatal.
PENDIDIKAN abad ke-21 menghadapi tantangan bagaimana mengintegrasikan teknologi tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved