Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan pentingnya meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat. Sebab, tingkat literasi berpengaruh pada perkembangan sumber daya manusia.
"Percepatan pembangunan di sejumlah sektor membutuhkan dukungan masyarakat yang seluas-luasnya. Hal itu bisa terwujud bila literasi setiap anak bangsa ditingkatkan dengan menumbuhkan minat baca masyarakat," kata Lestari, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/12).
Berdasarkan catatan Institut Statistik UNESCO (UIS), dari 208 negara, Indonesia menempati posisi ke-100 dengan literasi mencapai 95,44%.
Posisi itu masih kalah jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lain, seperti Filipina di posisi ke-88 dengan 96,62%, Brunei di posisi 86 dengan 96,66%, dan Singapura di posisi 84 dengan 96,77%.
Laporan lembaga yang sama juga mengungkapkan beberapa faktor yang memengaruhi tingkat literasi, antara lain akses terhadap pendidikan, kualitas pendidikan, kondisi sosial ekonomi, dan sikap budaya terhadap pendidikan.
Badan dunia UNESCO juga mencatat minat baca di Indonesia hanya mencapai 0,001%, artinya di antara 1.000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang suka membaca.
Menurut Lestari, untuk mengakselerasi proses pembangunan nasional membutuhkan sumber daya manusia (SDM) mumpuni dengan memiliki literasi dasar, karakter, dan kompetensi yang baik.
Rerie, sapaan akrab Lestari berpendapat untuk meningkatkan literasi harus dilakukan mulai dari lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, dan pemerintah.
Peningkatan literasi, ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, tidak semata tentang kemampuan membaca, lebih dari itu tentang menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca sejak dini.
Pada posisi itu, jelas Rerie, peran keluarga sangat signifikan untuk memperkenalkan budaya membaca sejak dini.
Selain itu, tambah dia, pola pengajaran, kemudahan akses terhadap buku, dan kebijakan yang tepat harus konsisten direalisasikan untuk memupuk minat membaca setiap anak bangsa.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu sangat berharap dukungan bersama yang kuat antara pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, berbagai lembaga pendidikan, masyarakat dan pihak swasta dapat diwujudkan dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat.
Rerie sangat berharap seiring dengan meningkatnya literasi setiap anak bangsa akan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap akselerasi proses pembangunan. (RO/H-3)
RAMADAN adalah bulan yang identik dengan kultum (kuliah tujuh menit). Pada umumnya, kultum berisi ceramah keagamaan
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Skor PISA 2022 menempatkan literasi membaca siswa Indonesia pada angka 359 poin, masih di bawah rata-rata internasional.
MEMPERINGATI Hari Pendidikan Internasional, The Sunan Hotel Solo sukses menggelar “Solo Book Party – Edisi Spesial 2 Tahun SBP” bersama Solo Book Party (SBP).
Di kota ini berdiri banyak sekali lembaga pendidikan tinggi, dan rata-rata terbaik se-Indonesia
Perkembangan dunia digital harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang memadai bagi setiap warga negara, termasuk perempuan dan anak, dari ancaman yang menyertainya.
Komitmen negara untuk melindungi dan memenuhi hak setiap warganya, termasuk penyandang disabilitas, harus konsisten diwujudkan dengan dukungan semua pihak.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat tegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana sebagai wujud nilai Empat Pilar Kebangsaan dan solidaritas sosial masyarakat.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan peran strategis Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dalam meningkatkan kualitas SDM.
Lestari Moerdijat: Nilai-Nilai Perjuangan RA Kartini Tetap Relevan hingga Saat Ini.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dorong distribusi guru kompeten dan insentif tepat di wilayah 3T untuk wujudkan pemerataan pendidikan nasional di tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved