Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI negara kepulauan dengan kekayaan budaya yang beragam, Indonesia memiliki kekayaan seni yang mengagumkan. Salah satu warisan budaya yang paling menonjol adalah angklung, alat musik khas yang tidak hanya memiliki suara merdu tetapi juga sarat dengan simbol budaya.
Nah, pelestarian angklung memiliki peran penting dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia. Mari kita bersama-sama untuk melestarikan alat musik Jawa Barat yang sudah diakui oleh UNESCO ini.
Dengan menjaga budaya berarti melestarikan dan meneruskan tradisi serta kekayaan budaya kepada generasi berikutnya. Ada beberapa upaya yang dapat kita terapkan dalam melestarikan alat musik ini, yaitu:
1. Pendidikan
Di beberapa sekolah, angklung telah dimasukkan dalam kurikulum seni. Dengan adanya upaya ini, tentu hal tersebut bisa mengenalkan anak-anak pada alat musik Indonesia sejak dini.
2. Pertunjukan budaya
Angklung kerap hadir dalam acara budaya, pameran seni, serta acara-acara tradisional. Dengan adanya pertunjukan alat musik angklung, ini membantu mempertahankan apresiasi terhadap seni musik tradisional.
3. Festival angklung
Beberapa kota di Indonesia rutin mengadakan festival angklung tahunan, di mana masyarakat dapat berkumpul dan merayakan kekayaan budaya ini.
4. Pertunjukkan angklung di mancanegara
Pada 2010, UNESCO mengakui angklung sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Pengakuan ini mendukung upaya memperkenalkan budaya Indonesia ke panggung dunia. Dengan ini, kita dapat mepertontokan festival atau pertunjukkan angklung pada dunia.
Di tengah arus perkembangan musik dan budaya pop global, angklung tetap mampu beradaptasi dan berkembang. Alat musik ini tidak lagi terbatas pada musik tradisional, melainkan mulai banyak ditemukan dalam aransemen musik kontemporer, bahkan di luar Indonesia.
Penggunaan angklung dalam musik modern juga membantu menjaga eksistensinya di tengah zaman. Dengan memasukkannya dalam genre musik yang lebih populer seperti pop, jazz, hingga elektronik, angklung menjadi lebih relevan dan mudah diterima di kalangan muda.
Di tingkat internasional, angklung semakin sering muncul dalam festival musik dunia dan kolaborasi antarnegara. Melalui pertunjukan semacam ini, angklung mampu membawa citra positif Indonesia sebagai bangsa yang kreatif dan kaya budaya.
Ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga bentuk diplomasi budaya yang memperkuat posisi angklung dan budaya Indonesia di kancah global, menjadikannya lebih dari sekadar warisan, melainkan simbol identitas yang membanggakan. (angklungcentre/Z-1)
Sejumlah peserta memainkan alat musik angklung saat peringatan ke-15 Hari Angklung Sedunia di kawasan Bundaran HI, Jakarta.
Terbuat dari bambu, angklung dimainkan dengan menggoyangkannya, sehingga tabung-tabung bambu saling bergetar dan menghasilkan nada yang berbeda.
Salah satu tokoh penting dalam pelestarian angklung adalah Daeng Soetigna, seorang pendidik asal Jawa Barat yang pada 1938 mengembangkan angklung diatonis.
Angklung, alat musik tradisional khas Jawa Barat, menjadi warisan budaya dunia. Terbuat dari bambu dan dimainkan dengan digoyangkan, angklung menghasilkan harmoni nada yang unik.
Hari Angklung Sedunia diperingati setiap 16 November untuk mengenang pengakuan UNESCO terhadap angklung sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan tahun 2010.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus lebih dari sekadar penyediaan kebutuhan material, tetapi juga trauma healing
Di tangan Garin Nugroho, Yogyakarta tampil bukan sekadar sebagai kota tujuan wisata, melainkan ruang hidup tempat tradisi dan kreativitas bertemu.
Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini mengembangkan prototipe produk menggunakan metode SCAMPER.
Kebudayaan memiliki nilai strategis bagi Jawa Tengah,
Mengenali, memahami, dan berbagi pengetahuan tentang budaya lain menjadi kunci penting dalam membentuk generasi muda yang terbuka dan berwawasan global.
Usia Situs Gunung Padang berupa pundan berundak di daerah itu dibangun pada 6.000 Sebelum Masehi (SM).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved