Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA yang tak menentu belakangan ini membawa dampak yang signifikan, termasuk meningkatnya risiko penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, hingga 1 Maret 2024, tercatat 16.000 kasus DBD di 123 kabupaten, dengan 124 kematian. Dalam situasi ini, tindakan pencegahan menjadi krusial agar kita dapat melindungi diri dan orang-orang terdekat dari ancaman DBD.
DBD disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti, yang banyak ditemukan di negara tropis seperti Indonesia. Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, serta ruam merah pada kulit. Namun, perhatikan juga bahwa ketika demam mulai mereda, ini tidak selalu berarti penyembuhan. Dalam beberapa kasus, DBD bisa masuk ke fase kritis yang berbahaya.
Penting untuk mengenali tanda-tanda peringatan seperti muntah, perdarahan, atau sesak napas, yang menandakan kondisi darurat. Kesadaran akan gejala ini adalah langkah pertama untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.
Salah satu strategi pencegahan yang paling efektif adalah menerapkan metode 3M Plus. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan:
Selain itu, langkah-langkah Plus yang disarankan meliputi membudidayakan ikan pemakan jentik, menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama, dan memasang kawat kasa di jendela untuk menghalangi masuknya nyamuk.
Tidak hanya lingkungan yang perlu dijaga, tetapi juga diri kita sendiri. Berikut adalah beberapa langkah sederhana untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk:
Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan DBD, kita tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga komunitas kita. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan kesehatan agar kita semua dapat terhindar dari penyakit berbahaya ini. Jika Anda merasakan gejala DBD, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk penanganan yang cepat dan tepat. Jaga kesehatan, dan tetap waspada. (NA) (Z-12)
Sumber: kemenkes
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Sepanjang Januari 2026, setidaknya ditemukan 20 orang di Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel) terserang demam berdarah dengue (DBD).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved