Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
"THE greatest wealth is health." - Kekayaan terbesar adalah kesehatan. Sebuah quotes yang menggambarkan betapa kesehatan merupakan investasi paling berharga dalam hidup. Kesehatan yang baik menjadi dasar bagi produktivitas dan kreativitas individu.
Kesehatan juga memiliki hubungan yang erat dengan pendidikan. Anak-anak yang sehat cenderung memiliki kinerja akademik yang lebih baik.
Bukan hanya kesehatan fisik namun juga kesehatan mental. Keduanya memainkan peranan penting dalam mendukung kemampuan berpikir dan kreativitas.
Bagaimana upaya membangun kesehatan masyarakat dan bagaimana peran perpustakaan di dalamnya? Pembangunan kesehatan dimulai dari sebelum kelahiran melalui edukasi terhadap ibu hamil, saat usia balita hingga usia lanjut.
Perpustakaan sebagai sumber informasi dan pengetahuan masyarakat tidak hanya menyediakan akses bahan bacaan tapi juga dapat berperan aktif dalam membangun kesehatan masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Nani Suryani
“Perpustakaan, saat ini, melalui kerja sama dengan lembaga kesehatan memfasilitasi berbagai kegiatan seperti penyuluhan gizi, program vaksinasi, pendampingan psikologis dan sebagainya. Perpustakan juga berperan sebagai penghubung masyarakat dengan layanan kesehatan” ujarnya saat diwawancarai Media Indonesia, Jumat (18/10).
Perpustakaan perlu terus berinovasi dalam merancang kegiatan yang mendukung kesehatan fisik dan mental masyarakat. Di perpustakaan ada program yang melibatkan masyarakat dan bersinergi dengan Puskesmas dan lainnya, sehingga dapat memfasilitasi kegiatan senam hamil, kegiatan Posyandu, dan pelatihan kesehatan lainnya yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Salah satu contoh dampak nyata dari peran perpustakaan di bidang kesehatan ini dirasakan oleh Klaverita Rendo, seorang perantau di Kota Tarakan yang hanya tamatan SD. Salah satu anaknya, Ferlianus, yang masih balita menderita gizi buruk.
Kehilangan KTP dan KK menambah buruk situasi karena mengakibatkan anaknya tidak pernah dibawa ke Posyandu maupun Puskesmas. Perpustakaan Kelurahan Karang Balik, Kota Tarakan yang mengetahui kondisi ini kemudian memberikan sosialisasi pentingnya kesehatan dan gizi kepada Klaverita dan melakukan pendampingan ke Puskesmas. Berkat inisiatif perpustakaan ini, tumbuh kembang Ferlianus menjadi terpantau dan mulai terbebas dari gizi buruk
Dengan adanya program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), perpustakaan terus meningkatkan perannya dalam membangun kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen (SIM), dari bulan Januari sampai September 2024 tercatat sebanyak 20.505 kegiatan terkait kesehatan di perpustakaan mitra program TPBIS.
Melalui kolaborasi dan sinergi dengan dinas kesehatan, rumah sakit, Puskesmas, organisasi non pemerintah di bidang kesehatan maupun individu, perpustakaan menyelenggarakan kegiatan seperti senam hamil, edukasi kesehatan reproduksi, penyuluhan bahaya narkoba, posyandu lansia dan sebagainya.
“Perlu juga dipastikan, perpustakaan dapat memiliki akses ke sumber daya dan tenaga ahli yang dapat membantu penyuluhan kepada masyarakat. Jadi perpustakaan perlu berkoordinasi dan bersinergi dengan narasumber kompeten yang ahli di bidangnya dalam hal penyuluhan kesehatan, imunisasi dan layanan kesehatan lainnya,” tutur Nani.
Dengan menyediakan informasi kesehatan, menyelenggarakan program edukasi, dan menjalin kemitraan dengan institusi/organisasi kesehatan, perpustakaan membantu menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan berpengetahuan.
Lebih lanjut, Nani menjelaskan bahwa pemerintah daerah dan stakeholder semuanya perlu juga ikut mengampanyekan peran perpustakaan sebagai pusat kesehatan masyarakat melalui berbagai media dan forum, sehingga masyarakat lebih menyadari manfaat dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan.
Di sini, pemerintah daerah sebagai garda terdepan harus memberikan dukungan baik itu finansial dan kebijakan untuk memperkuat program dan melahirkan program perpustakaan yang berfokus pada peningkatan kesehatan di masyarakat.
“Dengan dukungan yang terintegrasi, perpustakaan juga dapat berfungsi secara optimal sebagai agen transformasi dalam membangun kesehatan masyarakat dan sebagai agen perubahan,” sambungnya.
Perpusnas juga dikatakan telah memiliki beberapa upaya strategis untuk memperkuat peran perpustakaan umum dalam membangun kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah Perpusnas ke depan akan mengembangkan dan memperluas program TPBIS dengan menekankan kepada layanan kesehatan sebagai salah satu fokus utamanya.
“Perpusnas juga dapat mendorong penggunaan teknologi platform digital untuk memperluas layanan kesehatan seperti yang selama ini kita kembangkan melalui penyediaan buku digital, video edukasi kesehatan, dan lainnya melalui berbagai platform media sosial seperti Instagram.Ini untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045 dengan menyiapkan SDM yang berkualitas dan generasi yang memiliki kesehatan mental dan fisik yang terjaga,” pungkas Nani. (S-1)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Perpusnas sudah banyak menggulirkan bantuan program penguatan budaya baca seperti lewat bantuan bahan bacaan bermutu yang disampaikan ke desa, taman baca masyarakat, rumah ibadah.
"Anak tidak hanya membaca teks singkat, tetapi juga belajar memahami konteks dari gambar, karakter dan tokoh di dalam komik secara berkelanjutan,"
Anggota DPR RI Bonnie Triyana, menyoroti pemangkasan anggaran untuk Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Perpustakaan kini menjadi pusat pengetahuan dan budaya, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved