Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MILKY Way, atau Galaksi Bima Sakti, adalah galaksi tempat sistem tata surya kita berada. Ini adalah salah satu dari miliaran galaksi di alam semesta dan memiliki bentuk spiral yang khas.
Milky Way dapat dilihat dari Bumi pada malam hari, terutama di daerah dengan pencemaran cahaya yang minimal.
Di lokasi yang gelap, seperti pegunungan, galaksi ini muncul sebagai jalur bercahaya yang menandai kehadiran miliaran bintang.
Baca juga : Studi SAGA Ungkap Keunikan Sistem Galaksi Satelit Bimasakti
Untuk melihat Milky Way dari atas gunung menawarkan pengalaman yang luar biasa, dan ada beberapa alasan mengapa lokasi tersebut memberikan pandangan yang lebih baik dibandingkan dengan tempat lain.
Banyak tempat di pegunungan yang memiliki akses yang baik untuk astrofotografi, memungkinkan pengamat dan fotografer untuk menangkap keindahan Milky Way dengan lebih baik.
Karena kombinasi dari ketinggian, kondisi cuaca yang lebih baik, dan kurangnya pencemaran cahaya, lokasi di pegunungan dapat memberikan pengalaman yang menakjubkan untuk melihat Galaksi Bima Sakti. Hal ini menjadikannya pilihan yang populer bagi para astronom amatir dan pecinta alam yang ingin menikmati keindahan langit malam. (Z-12)
Dengan melatih kecerdasan buatan untuk memahami evolusi ledakan supernova dan menggabungkan wawasan tersebut dengan model fisika besar
Lapisan es di sekitar sebuah bintang muda di galaksi Awan Magellan Besar menyimpan kejutan bagi dunia sains. Molekul-molekul kompleks yang menjadi dasar kehidupan berhasil teridentifikasi
Studi terbaru menggunakan Teleskop James Webb menemukan galaksi-galaksi muda di alam semesta awal bergejolak dan tidak stabil akibat tingginya gas pembentuk bintang.
Studi terbaru mengungkap asal usul 3I/ATLAS mungkin berasal dari perbatasan galaksi Bima Sakti, menjadikannya peninggalan purba.
Astronom ESA menemukan gelombang raksasa di Bima Sakti yang mendorong miliaran bintang.
JWST berhasil memotret awan gas Sagittarius B2. Temuan ini mengungkap keindahan sekaligus misteri mengapa pembentukan bintang di jantung Bima Sakti.
Astronom berhasil mengungkap fenomena kosmik langka melalui Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST): sebuah galaksi spiral purba yang diyakini sebagai kembaran tertua Bima Sakti.
Memotret Milky Way menggunakan kamera HP memang menantang, karena kondisi pencahayaan yang rendah dan kebutuhan akan kontrol manual lebih detail, yang sering kali lebih mudah
Memotret Milky Way menggunakan kamera HP bisa menjadi pengalaman yang sangat memuaskan. Meskipun smartphone mungkin tidak sekuat kamera DSLR
Gunung Tambora terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dan memiliki ketinggian sekitar 2.850 meter di atas permukaan laut. Keanekaragaman flora dan fauna di Gunung Tambora
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved