Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 80% sampah laut bersumber dari kegiatan di darat. Dari jumlah itu, sebanyak tiga perempat datang dari daerah kecil yang tidak memiliki kapasitas untuk mengelola sampahnya.
"Ini merupakan sebuah hal menarik yang berasal dari penelitian bahwa sebagian sampah yang bocor ke laut berasal dari kabupaten, terutama di masyarakat, pulau-pulau kecil yang sistem pengelolaan sampahnya belum baik. Sehingga konsekuensi tingkat kebocoran ke lingkungan lebih tinggi," kata Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves Rofi Alhanif dalam diskusi bertajuk Prahara Mikroplastik bagi Kehidupan Makhluk Hidup yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jumat (4/10).
Pada 2015 seorang peneliti bernama Jenna R. Jambeck mengeluarkan sebuah riset yang menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara pengotor lautan kedua di dunia. Hal itu tentu mengambil perhatian banyak pihak. Sejak saat itu, berbagai upaya pun dilakukan guna mengatasi kebocoran sampah plastik ke lautan. Rofi menyatakan, berdasarkan riset, sebanyak 9% dari total sampah yang dihasilkan akan masuk ke lautan.
Baca juga : BRIN Ungkap Sampah Plastik Indonesia Bisa Sampai ke Afrika
"Adapun, hal lainnya yang membuat sampah plastik bocor ke laut ialah Indonesia negara kepulauan. Banyak kota-kota besar yang terletak di wilayah pesisir. Sehingga kemungkinan kebocoran sampah sangat tinggi," beber dia.
Hal itu, kata dia, menjadi tantangan tersendiri. Terkait hal ini, pemerintah pun mengeluarkan berbagai kebijakan untuk bisa mengurangi sampah plastik ke laut hingga 70% pada tahun 2025.
"Dengan segala keterbatasan yang kita miliki, Indonesia sebenarnya dianggap sebagai salah satu negara yang paling progresif dalam upaya penanganan sampah laut," jelas Rofi.
Saat ini pun pemerintah sedang menyiapkan evaluasi Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (RAN PSL) 2018-2025, dan juga menyiapkan kerangka RAN PSL setelah 2025. Hal itu diharapkan rampung tahun in agar ada kontinuitas untuk upaya penanganan sampah laut di Indonesia. (Ata)
Saat lapisan es di Antartika Barat mencair, kemampuan laut untuk menyerap karbon justru menurun.
Mirkoplastik yang menempel di permukaan fitoplankton dapat menghalangi sinar matahari sehingga menghambat proses fotosintesis dan menurunkan kemampuan fitoplankton menyerap karbon.
PENELITIAN ilmiah terbaru menunjukkan bahwa rumput laut memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida (CO2) jauh lebih cepat dibandingkan hutan daratan.
Sinergi ini bertujuan untuk mendukung agenda pemerintah dalam memberdayakan nelayan pesisir sekaligus membangun budaya keselamatan di laut yang lebih kokoh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Target utama BRIN adalah menghasilkan periset yang karyanya mampu membawa perubahan nyata dan diakui secara global.
BRIN dan FAO perkuat kolaborasi global untuk transformasi sektor peternakan berkelanjutan melalui riset, inovasi, dan teknologi berbasis sains.
Kedepannya, fasilitas ini akan diperkuat dengan antena parabola berdiameter 20 meter yang mampu bekerja pada rentang frekuensi tinggi hingga 50 GHz.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
Banyak proyek eksplorasi Bulan saat ini melibatkan berbagai negara.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan peluang bagi Indonesia untuk terlibat dalam kolaborasi misi observatorium astronomi di bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved