Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN teknologi dan ilmu pengetahuan di era modern memaksa setiap negara untuk mampu menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan cakap di berbagai bidang. Salah satunya dengan memiliki kemampuan mumpuni di bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM).
Sesuai agenda SDGs Sustainable Development Goals (SDGs) atau dikenal juga sebagai agenda 2030, salah satu mandat dalam wacana kesetaraan adalah pentingnya perempuan, remaja perempuan dan anak-anak perempuan untuk menguasai sains, teknologi dan inovasi.
Dilansir dari Jurnal Perempuan, Bank Dunia menyebut jumlah perempuan dalam STEM terus-menerus menurun dari sekolah menengah sampai dengan universitas, kemudian diteruskan dalam pekerjaan di laboratorium, pengajaran dan pengambil kebijakan riset dan teknologi. Perihal ini disebabkan oleh rendahnya perempuan dalam pengambil kebijakan dan keputusan yang menyangkut riset teknologi di negara masing-masing.
Baca juga : Kepemimpinan Perempuan di Sektor Teknologi Dorong Inovasi
Direktur Pembina Tenaga dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud-Ristek), Restu Gunawan, mengungkapkan upaya mendorong dan memberdayakan anak-anak dan pemuda perempuan di bidang STEM terus dilakukan. Kecakapan di bidang STEM diyakininya akan dapat memberikan sampak positif bagi masyarakat hingga budaya di Indonesia.
“Program-program untuk mendukung partisipasi anak muda perempuan di bidang STEM adalah hal yang harus terus dan penting untuk dilakukan,” katanya, dalam keterangan tertulis, Jumat, (13/9).
Kemampuan di bidang STEM akan membantu setiap orang untuk lebih berdaya saing, lebih mudah memiliki pekerjaan, hingga berkontribusi bagi kemajuan ekonomi Indonesia.
Baca juga : Klinik Kecantikan Ini Hadirkan Teknologi Perawatan Kulit Perempuan Usia 30-60 Tahun
Sementara itu, Ketua Yayasan Metamorfosis, Moudy Cynthia, mengatakan dukungan terhadap pemuda perempuan untuk bisa berkecimpung di bidang STEM bisa dilakukan lewat berbagai cara. Salah satunya lewat program pelatihan dan pengenalan bidang STEM pada pelajar perempuan.
“Metamorfosis Menuju Inklusi menyelenggarakan kegiatan pembelajaran sekaligus penutupan program Youth Engagement in STEM Project (YES). Program YES yang dilaksanakan sepanjang tahun 2023-2024 ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan dukungan bagi anak muda perempuan untuk belajar dan bekerja di bidang STEM,” katanya.
Ia mengatakan selama berjalannya program ada sebanyak 406 siswa dari 5 sekolah yang terlibat. Salah satu hasil dari kegiatan tersebut, sebanyak 79% siswa, terutama siswa perempuan memutuskan akan mengambil jurusan berbasis STEM.
Moudy berharap ke depan, angka partisipasi pemuda perempuan di bidang STEM bisa terus bertambah. Dengan begitu perempuan bisa semakin berkontribusi dalam berbagai kemajuan di bidang STEM yang berperan besar dalam kemajuan Indonesia.
Sementara itu, Public Diplomacy Officer Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), Mary Trechock, mengatakan mengapresiasi program yang dijalankan guna mewujudkan anak muda perempuan yang mumpuni di bidang STEM.
"Saya sangat bersemangat melihat apa yang telah dilakukan YES Program dalam mendukung sains dan teknologi, terutama di daerah Bogor. Kita membutuhkan banyak anak muda untuk merubah dunia melalui pendidikan STEM," ujar Trechock.
Karena hingga saat ini menurut kajian Unesco, secara global dilaporkan bahwa hanya ada 30% perempuan dalam STEM. Di Asia sendiri hanya ada 18% perempuan yang berkiprah di bidang STEM. (Z-9)
Korea Selatan, misalnya, menjadikan STEM sebagai prioritas sejak 1960-an dan kini jadi negara dengan ekonomi berbasis teknologi tinggi.
Institusi pendidikan memiliki peran penting menghadirkan lingkungan belajar bebas diskriminasi sekaligus menghadirkan figur teladan agar mahasiswa, khususnya perempuan muda.
PRESIDEN Prabowo Subianto menggelar ratas di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1), bersama sejumlah menteri membahas kerja sama antara Indonesia dan sejumlah universitas di Inggris
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia dalam UK-Indonesia Education Roundtable di London.
Presiden Prabowo menjajaki kerja sama STEM dan kedokteran dengan 24 universitas terkemuka Inggris demi memperkuat pendidikan tinggi dan tenaga medis RI.
SABRINA Gonzalez Pasterski, seorang fisikawan teoretis dan warga Amerika keturunan Kuba generasi pertama, menjadi sosok pembuka dalam rangkaian profil inovator STEM
Transformasi itu bergerak jauh lebih cepat daripada siklus kebijakan pendidikan tinggi yang selama ini kita kenal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved