Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Ishaq Iskandar mengatakan Sumatera Selatan (Sumsel) bersiap mengantisipasi masuknya cacar monyet atau monkeypox (Mpox) yang telah ditetapkan sebagai kedaruratan kesehatan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Kendati belum ada masuk ke Sulsel, tapi kasus positif Monkey Pox tersebut sudah terkonfirmasi sejak tahun 2022 hingga 2024. Harapannya, Sulsel tetap negatif Mpox," katanya.
Baca juga : Ini Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sejak Dini
Meski demikian lanjut Ishaq, masyarakat diharapkan bisa menjaga diri dan keluarga mereka dengan melakukan langkah pencegahan sejak dini. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus tahu gelaja penyakit tersebut antara lain ditandai dengan bintil bernanah di kulit.
"Karena Mpox dapat menyebabkan komplikasi medis dan kematian, terutama pada kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak dan ibu hamil," lanjut Ishaq, Minggu (1/9).
Ia meminta masyrakat mengetahui gejala Mpox yaitu akan mengalami demam, sakit kepala, merasa nyeri otot, dan lemas.
Baca juga : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Jadi Kunci Turunkan Stunting
Namun ia menegaskan ada pula gejala spesifik seperti ruam dengan lepuhan pada wajah, tangan, kaki, mata, mulut dan atau alat kelamin serta pembengkakan kelenjar getah bening, di leher, ketiak atau selangkangan.
Masyarakat, sambung dia, bisa melakukan langkah pencegahan dengan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. Sebab penularan Mpox antara lain melalui kontak langsung dengan penderita.
"Jika mengalami gejala MPOX, segera periksakan diri ke Puskesmas, klinik atau rumah sakit," tegas Ishaq. (H-3)
Anak-anak yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid berisiko lebih tinggi mengalami gejala berat apabila terinfeksi influenza, khususnya influenza tipe A
Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis), Sekolah Sehat 2025, wujud komitmen Kao mendukung terwujudnya generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan peduli lingkungan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah masih menghadapi tantangan serius. Data Riskesdas menunjukkan bahwa tingkat penerapan PHBS nasional belum mencapai 50%
Edukasi PHBS sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan.
MASYARAKAT diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Human Metapneumovirus (HMPV) dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved